"Lebih dari lima persen kaum homoseksual di ibukota China telah tertular HIV/AIDS, dibanding hanya 0,5% yang tertular melalui pekerja seks wanita," ungkap He Xiong, wakil direktur Pusat Pengawas dan Pencegahan Penyakit Menular Beijing, di Beijing, Jumat.
Menurutnya, seperti dikutip Xinhua, terjadinya penularan HIV/AIDS di antara sesama kaum homoseksual disebabkan kurang sadarnya langkah pencegahan saat berhubungan seks.
Sejumlah kaum homo dinilai tidak memiliki pengetahuan mengenai HIV/AIDS, sementara penggunaan kondom tidak lebih dari separuh ketika mereka melakukan aktivitas.
Sekalipun toleransi masyarakat terhadap kaum homo meningkat dalam beberapa tahun terakhir, tindakan diskriminasi terhadap mereka masih saja ada.
Kaum homo biasanya menyembunyikan kebiasaan seksnya, sehingga kondisi ini menyulitkan peningkatan perhatian penularan penyakit di antara mereka.
Pihak berwenang Beijing telah memeriksa satu juta contoh darah selama Januari-JUli dan menemukan terdapat 563 masyarakat yang tertular.
"Di antara jumlah tersebut sebanyak 118 di antaranya merupakan penduduk tetap kota Beijing," katanya.
Persentase penularan dari ibu ke bayi, dari transfusi darah dan dari pengguna obat-obatan menunjukkan penurunan.
Sementara pemerataan AIDS di China tetap rendah dibanding dengan total penduduk, yang menandakan situasi tersebut sangat serius di beberapa provinsi yang diakibatkan oleh perdagangan obat-obatan serta transfusi darah ilegal.
Di China hingga 30 Juli 2007 terdapat 214 ribu kasus HIV, tapi jumlah warga yang positif HIV masih tidak terdata.
Menurut survei utama terakhir tahun 2005 oleh Kementerian Kesehatan, bersama Program HIV/AIDS PBB (UNAIDS) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah masyarakat pengidap HIV di China diperkirakan 650 ribu orang. (kpl/rif)