"Kami telah memanggil dan mendengar keterangan beberapa saksi," kata Ketua Umum BTN, Rahim Sukasah di Jakarta, Jumat (5/9).
Ia menyatakan, tak satu pun yang melihat Sudarno memukul pelatih berkacamata itu.
Sudarno sendiri, menurut Rahim, mengaku hanya melerai ketegangan yang terjadi antara Gamal dengan beberapa pengurus Timnas.
"Menurut keterangan yang saya dapat. Ketegangan dipicu oleh sikap tak terpuji pelatih Libya, yang mengungkapkan kata-kata tidak sopan kepada pengurus dan ofisial pertandingan. Tapi, tak satu pun yang melihat Sudarno memukul pelatih itu," kata Rahim.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Sudarno juga mengaku tak memukul Gamal. Menurutnya, dirinya hanya mencoba melerai saja.
Namun, karena Gamal berontak, kaca mata yang digunakannya pun pecah dan mengaku kepada wartawan telah dipukul. Karena merasa telah dianiaya oleh Sudarno, Libya pun menolak melanjutkan pertandingan di babak kedua dengan alasan tidak mendapat jaminan keamanan. Padahal, mereka telah unggul 1-0 melalui gol Abdalla Mohamed di babak pertama.
Karena mundur dari pertandingan, hingga tenggat waktu yang ditentukan, wasit asal Brunei yang memimpin laga memutuskan mengakhiri pertandingan. Timnas senior Indonesia pun dinyatakan sebagai pemenang dalam laga itu dengan skor akhir 3-1, sekaligus tampil sebagai juara turnamen Piala Kemerdekaan 2008.
Rahim menambahkan, pihaknya telah melaporkan kasus tersebut kepada PSSI. (kpl/rif)