Tingkat pertumbuhan telepon flexi sejak dua tahun terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan hampir menyamai jumlah pelanggan telepon rumah di wilayah ini, kata manajer komunikasi Divre VII PT Telkom Wahyudi pada pers usia lepas sambut Kadivre VII lama dan yang baru di Makassar.
Kadivre VII PT Telkom yang baru Elvizar sebelumnya adalah Deputi Divre III Jabar, menggantikan pejabat lama Pahala P Hariandja yang diangkat menjadi Vice President Process Risk Management PT Telkom di Bandung.
Selain serah terima jabatan Kadivre juga berlangsung lepas sambut Deputi Kadivre VII dari pejabat lama Warif Maulidi kepada penggantinya Benny Artono.
Warif menduduki jabatan baru sebagai Deputi Kadivre V di Jatim, sedangkan Benny sebelumnya sebagai General Manajer Datel Jakarta Selatan.
Menurut Wahyudi, selain pertumbuhan telepon flexi di KTI yag cukup signifikan, respon masyarakat terhadap Speedy (internet) juga mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan dan hingga saat ini telah mencapai 10.000 pelanggan.
Sedangkan target untuk telepon flexi pada tahun 2008 di Divre VII sebanyak dua juta pelanggan, dengan sasaran calon pelanggan baru di beberapa wilayah seperti Makassar, Manado, Denpasar, Palu, Ambon, Jayapura dan sejumlah kota lainnya di 13 provinsi.
Sementara itu, Pgs. Dirut PT Telkom Indonesia Ermadi Dahlan mengatakan, Divre VII menghadapi tantangan yang cukup berat, akibat wilayah kerja yang hampir separuh dari luas wilayah Indonesia yang terdiri atas sepuluh Daerah Telekomunikasi (Datel) dan 112 Kancatel.
"Saya berharap tugas yang diemban Kadivre bersama Deputi Divre VII dan seluruh jajarannya tidak menurunkan semangat dan kinerja menghadapi tugas yang berat itu, "kata Ermadi.
Bukan hanya Divre VII, tetapi seluruh jajaran PT Telkom harus siap bekerja keras menghadapi persaingan yang semakin kompetitif dengan sekitar 11 operator telekomunikasi di Indonesia saat ini, katanya. (*/cax)