"Medan dipilih sebagai kota pertama di Sumatera karena dianggap pasar potensial untuk FWA (Fixed Wireless Access)," kata Direktur dan Chief Corporate Affairs Mobile 8, Merza Fachys, di Medan. Peluncuran layanan Hepi itu dilakukan dengan memanggil dan memberi makan anak yatim piatu dari Panti Asuhan Al Washliyah. Setelah Medan, Hepi akan beroperasi di tujuh kota lainnya mulai Malang, Bogor hingga Makasar dan Menado.
"Manajemen akan terus merambah kota lainnya dengan jaminan layanan berkualitas," katanya. Mengenai pelanggan Hepi, menurut Head Of Hepi Product Marketing Mobile 8, Juliana Dotulong, hingga akhir tahun ditargetkan mencapai 600 ribu. Target itu diprediksi bisa tercapai mengingat hingga Agustus sudah mencapai 300 ribu lebih.
Dengan dioperasikannya Hepi di Medan dengan target sekitar 50 ribu, maka target secara nasional itu semakin optimistis bisa dicapai. Kepala Regional Sumatera, Slamet Suparmaji Medan menyebutkan, jaringan Hepi sudah mengakses wilayah Kota Medan sendiri, Lubuk Pakam, Deliserdang, Langkat, Serdang Bedagai dan Tanjung Selamat. Dengan jumlah BTS di Medan yang berkisar 100 BTS sinyal diyakini akan cukup bagus, katanya. (*/cax)