"Pertandingan akan digelar sesudah salat tarawih," kata mantan pelatih PSMS, Suryanto Herman di Medan, Sabtu, ketika diminta komentarnya mengenai Badan Liga Indonesia (BLI) PSSI yang akan menggelar pertandingan pada malam hari selama bulan puasa.
Kompetisi LSI 2008 yang diliburkan menjelang turnamen Piala Kemerdekaan 21 hingga 29 Agustus, itu akan kembali digelar pada 6 September sekitar pukul 21.00 WIB atau seusai salat tarawih.
Menurut Suryanto, pertandingan yang digelar pada malam hari itu, tidak akan mempengaruhi atau membuat lemah skuad PSMS yang dibesut Erick Williem asal Inggris.
Pada laga malam hari itu, justru akan semakin menguntungkan bagi tim "Ayam Kinantan" dalam menghadapi lawan-lawannya. "Ini akan membawa keberuntungan bagi PSMS. Peluang untuk meraih angka cukup besar," katanya.
Menurut dia, pertandingan malam hari ini sudah biasa dilakukan PSMS dan tidak perlu heran. Apalagi, Iklim di tanah air ini pada sore hari cukup panas, bila dibandingkan malam hari.
Dengan demikian, akan menambah semangat bagi pemain PSMS, karena udara malam hari tidak terlalu gerah atau panas.
Selain itu, udara pada malam hari itu, tidak mempengaruhi stamina atau fisik pemain, termasuk bagi PSMS yang akan bertanding dengan Persib Bandung di Stadion Djati, Semarang, Kamis,(13/9) dan Persitara Jakarta Utara, Selasa, (16/9),
Lebih lanjut, ia menjelaskan, PSMS tidak akan mengalami kesulitan dalam pertandingan pada malam hari. Kebijakan yang dilakukan BLI PSSI ini perlu didukung dan disambut baik.
"Untuk menghadapi pertandingan pada malam hari itu.Pemain PSMS saat ini sudah membiasakan berlatih pada malam hari yang digelar di Stadion Kebun Bunga Medan," kata Suryanto mantan pelatih PSMS di era tahun 1997 -2002 itu. (*/cax)