Pernyataan dari Boeing menyebutkan, perundingan antara perusahaan dan Asosiasi Masinis dan Pekerja Penerbangan Internasional (IAM) berakhir tanpa persetujuan. Serikat pekerja berjanji akan mogok kerja mulai tengah malam pukul 00.01 waktu setempat (07.01 GMT) hari Sabtu.
"Selama dua hari lalu, Boeing, serikat pekerja dan mediator pemerintah federal berusaha keras dengan rasa saling percaya untuk mencapai sebuah kesepakatan," kata Presiden Maskapai Boeing Scott Carson.
"Sayangnya perbedaan keduanya terlalu lebar untuk didekatkan," kata dia dikutip AFP.
Dalam pernyataannya di situsnya, IAM menegaskan pemogokan akan mulai dilakukan, seraya menyalahkan Boeing sebagai penyebab kegagalan negosiasi itu.
"Pemogokan akan mulai pada satu menit setelah tengah malam ini," katanya. "Perusahaan ini tidak menghormati proses, menawar secara ilegal dan lebih dari itu tidak menghormati pekerja penerbangan terbaik di dunia ini dengan enggan memenuhi harapan anda."
"Meski perundingan hingga akhir malam dan sepanjang hari, perundingan kontrak dengan perusahaan Boeing tidak mencapai titik temu masalahnya."
Sementara itu Boeing mengatakan, anggota serikat pekerja non-IAM diperkirakan akan bekerja normal. Perusahaan mengatakan, pelanggan dan pesawat-pesawatnya yang sedang dirawat akan tetap menerima layanan selama penghentian kerja itu.
Perusahaan juga akan menyerahkan pesawat yang sudah selesai sebelum pemogokan itu, namun tidak bermaksud untuk merakit pesawat selama pemogokan itu.
Boeing melakukan penawaran kontrak pada 28 Agustus dengan menyediakan pekerjaannya tambahan upah rata-rata US$34.000 sebagai upah tambahan tahunan dan pembayaran insentif selama periode tiga tahun, termasuk kenaikan upah 11%.
Kontrak itu masuk kedaluwarsa Rabu.
IAM menyatakan Boeing harus memperbaiki "paket" dalam proposalnya dan memberi setiap anggotanya identifikasi untuk mendapat keamanan kerja, biaya pengobatan, upah dan dana pensiun.
Pemogokan itu dapat membebani pendapatan Boeing sekitar 120 juta dolar per hari di tingkat level produksi saat ini, kata analis Bank Investasi Jefferies.
Kondisi ini juga sangat mengurangi kekuatan Boeing dalam bersaing dengan perusahaan Airbus Eropa dalam menguasai pasar udara pesawat komersial. (*/lin)