"Biasanya paling tidak saya mampu menjual 50 kilogram ayam potong atau sekitar 50 ekor ayam, tetapi sejak sepekan ini paling banyak saya hanya mampu menjual 30 kilogram ayam potong atau turun sekitar 20%," kata Ridwan (43), pedagang ayam potong di pasar Flamboyan Pontianak, Sabtu.
Padahal, kata dia, harga jual ayam potong sudah turun dari Rp18 ribu per kilogramnya menjadi Rp16 ribu per kilogramnya, tetapi minat masyarakat untuk membeli ayam potong masih saja kurang.
"Saya juga tidak mengetahui secara pasti apa penyebab turunnya minat beli masyarakat, apakah karena harga masih tinggi atau karena turunnya daya beli sebagai dampak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu," kata Ridwan yang sudah menekuni usaha tersebut sejak lima tahun lalu.
Hal senada juga diakui oleh, Udin salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Siantan. Menurut dia, penjualan ayam potongnya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. "Biasanya saya mampu menjual sedikitnya 150 kilogram ayam potong, tetapi sekarang mau menjual 80 kilogram saja per hari sudah susah," katanya.
Dibanding tahun lalu, penjualan ayam potong bulan Ramadan tahun ini turun drastis. "Saya juga tidak tahu, apakah menjelang Idul Fitri mendatang permintaan ayam potong juga sama seperti hari ini," katanya.
Sementara itu, Santi (28), salah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Komodor Yos Sudarso, Pontianak Barat, mengatakan, dirinya terpaksa berhemat-hemat untuk belanja kebutuhan pokok setelah kenaikan harga BBM yang secara otomatis memicu naiknya harga berbagai kebutuhan pokok.
"Sekarang yang penting empat sehat lima sempurna bisa tercukupi, sehingga kami harus mengurangi belanja lauk-pauk seperti ikan dan daging karena harganya sangat mahal dan tidak terjangkau," kata Santi, yang suaminya bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Pontianak.
Dari data Dinas Kehewanan dan Peternakan Kalimantan Barat, telah disiapkan sekitar 2.000 ekor sapi potong untuk antisipasi melonjaknya kebutuhan daging sapi potong menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1428 Hijriah mendatang.
Selain daging sapi potong, stok telur juga cukup yang rata-rata per harinya mencapai 80 ton atau sekira 24 ribu ton stok yang ada, sementara untuk stok ayam potong juga masih aman.
Kalbar paling tidak membutuhkan sekira 42 ribu ekor sapi potong per tahunnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi. Dari jumlah tersebut sekitar 9000 ekor masih dipenuhi pasokan sapi dari Pulau Madura (Jawa Timur). (*/roc)