Sumatera: Daerah Tujuan Wisata Tenun Dunia

Kapanlagi.com - Pulau Sumatera memiliki potensi besar menjadi daerah tujuan wisata (DTW) kain tenun dunia, sekaligus penelitian tenun karena banyaknya sentra produksi tenun tradisional.

"Pengakuan itu terungkap setelah 15 orang kolektor tenun dunia asal Amerika Serikat dan Kanada melakukan kunjungan ke sejumlah sentra produksi tenun tradisional di Sumatera Barat dan Sumatera Utara," kata Direktur Biro Perjalanan Wisata `Sumatra and Beyond` Ridwan Tulus kepada ANTARA di Padang, Sabtu.

Ke-15 kolektor itu mengikuti paket wisata "10 days from west to north textile tour Sumatra" yang digelar "Sumatra and Beyond" mulai 27 Agustus hingga 5 September 2008.

Menurut dia, dari kunjungan itu terlihat tingginya minat para kolektor terhadap hasil karya tenun tradisional Sumatera, bahkan banyak di antara mereka menyatakan akan memajang tenun yang dibelinya di museum tekstil di negaranya.

Kekaguman para kolektor itu terutama pada cara pembuatan kain tenun Sumatera yang dilakukan secara tradisional, namun menghasilkan produk berkualitas tinggi.

"Mereka juga mengagumi corak dan motif tradisional tenun Sumatera yang menurut mereka bisa "bercerita" dan sangat sulit membuat motif demikian dengan peralatan modern sekalipun," katanya.

Atas kekagumannya, para kolektor memborong banyak kain tenun Sumatera untuk koleksi dan mereka juga berjanji akan kembali ke Sumatera dengan jumlah yang lebih banyak.

Potensi sebagai DTW tenun dunia, menurut dia, diperkuat dengan banyaknya sentra produksi tenun tradisional di Sumatera, seperti di Sawahan Padang, Canduang, Kabupaten Agam, Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar (semuanya di Sumbar).

Selain itu, sentra produksi tenun songket dan ulos tradisional Batak Sumatera Utara di Desa Paropo, Silalahi dan Tongging, Kabupaten Simalungun yang berada di pinggir Danau Toba, Sumut. (*/roc)

©2003-2007 KapanLagi.com