Kepala Dinas Peternakan Garut, Andi Rachmat, Senin, mengakui hal itu. "Jangankan pada bulan puasa Ramadhan dan menjelang Lebaran, pada hari biasa-pun kerawanan tertular virus mematikan tersebut selalu menjadi ancaman serius," katanya.
Menurut dia, lancar dan tingginya tranportasi angkutan ayam dan telur antar kabupaten serta provinsi, tidak berdampak membahayakan jika aparat di setiap kabupaten di seluruh provinsi tetap memiliki komitmen serta konsisten melakukan sweeping dan pengawasannya.
Kepada masyarakat konsumen, ia minta untuk menjaga kebersihan dan memasaknya secara steril atau higienis. "Tidak perlu panik dengan adanya ancaman penularan AI, melainkan tetap mewaspadainya," katanya. (*/bee)