Hutan Diteliti Untuk Habitat Siamang

Kapanlagi.com - Yayasan Kalaweit Sumatera terus meneliti kawasan hutan di perbatasan Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan yakni Sungai Pisang dan Sungai Pinang untuk lokasi pelepasan enam sampai 10 ekor owa dan siamang Sumatera.

"Kawasan hutan Sungai Pisang dan Sungai Pinang itu menjadi bagian dari tiga lokasi yang diteliti untuk melihat kondisi alam yang cocok bagi satwa siamang dan owa-owa tersebut," kata Manajer Umum Yayasan Kalaweit Sumatera, Asveri Ardiyanto, S. Si di Padang, Senin.

Yayasan Kalaweit Sumatera satu LSM yang bergerak pada upaya penyelamatan owa, siamang dan ungko sedang merehabilitasi sebanyak enam sampai 10 pasang owa-owa dan siamang Sumatera di Pulau Marak, Kabupaten Pesisir Selatan.

Menurut dia, kawasan yang telah survei dan kini menunggu rekomendasi dari Tim survei LSM Padang biologi club dan tim Herbarium Unand itu yakni kawasan hutan di Ladang Padi, Sitinjau Laut (Kawasan Lembah Anai) serta kawasan hutan Air Dingin Lubuk Minturun.

"Survei diperlukan untuk mengamati kawasan hutan secara biologi, dukungan iklim serta ketersediaan makanan dan hewan sejenis untuk mendukung rencana pelepasan hewan dilindungi tersebut," katanya.

Satwa-satwa langka itu akan dilepas setelah dikarantina dan di rehabilitasi di pulau Marak.

Pelepasan satwa langka itu penting untuk membantu regenerasi hutan karena jika regenerasi hutan lambat maka lama-kelamaan hutan bisa habis.

Ia menambahkan, pada Maret 2008, Kalaweit telah menerima sebanyak tiga ekor bilow-bilow dari masyarakat Kepulauan Mentawai dan kini direhabilitasi di Pulau Marak. (*/bee)

©2003-2007 KapanLagi.com