"Dalam pemeriksaan sementara, Febru tidak terlibat dalam aksi perampokan di sebuah toko emas Kranggan Kabupaten Demak beberapa waktu lalu, tetapi ikut ambil bagian dalam perampokan toko emas di Yogyakarta, Jepara, dan Bandung," kata Direskrim Polda Jateng, Kombes Pol. Dewa Parsana di Semarang, Senin (8/9).
Dewa Parsana yang didampingi Kasat I Opsnal, AKBP Nelson P. Purba, mengatakan, Febru ditangkap dalam sebuah penggerebekan di daerah Telogosari Semarang.
Febru kepada polisi mengakui, kalau pihaknya tidak ikut dalam perampokan di gudang emas Toko Bintang Mas Kranggan Timur Semarang awal bulan Juni 2008.
Seperti diketahui, aksi perampokan Toko Emas Bintang Mas Semarang tersebut berhasil menewaskan tiga orang (suami-istri pemilik dan seorang pembantu rumah tangga).
Petugas berhasil membekuk dua orang pelakunya, yaitu Rony Wijaya Yono yang kini mendekam di sel Polda Jateng, sedangkan pelaku lainnya masih diburu.
Dalam aksi perampokan di Yogyakarta, Jepara, dan Bandung, Febru mempunyai tugas mengawasi suasana di dalam mobil. Meskipun hanya mengawasi, tetapi dalam setiap aksinya yang bersangkutan selalu mendapat bayaran puluhan juta rupiah.
Febru mencontohkan dalam aksi perampokan di Toko Emas Cahaya Jalan C. Simanjuntak Yogyakarta yang menelan korban dua orang meninggal dunia tahun 2005, pihaknya mendapat bagian Rp60 juta.
Kemudian yang bersangkutan juga terlibat perampokan di Toko Emas Leo Welahan Kabupaten Jepara tahun 2006 dan Toko Emas ABC di Bandung tahun 2007.
Dari tangan Febru, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu sepeda motor Mio dan mobil Xenia warna silver.
Penangkapan terhadap Febru tersebut setelah polisi melakukan pengembangan penyelidikan terhadap tersangka Rony, kemudian polisi menemukan nama Febru yang kemudian ditindaklanjuti dengan penangkapan.
Febru Setiyono adalah ayah tiri dari Rony karena setelah cerai, istri ketiga Liem William Singgih alias We Shing (pelaku utama perampokan toko emas di Kranggan) menikah dengan Febru.
"Jadi mereka ini seperti mafia keluarga, karena antar pelaku masih ada hubungan keluarga," kata Nelson P. Purba. (kpl/rif)