Pembatasan masuknya musik Indonesia ke Malaysia, sebenarnya adalah sebuah bentuk protes dari perhimpunan pekerja musik Malaysia, yang disetujui oleh pemerintah Malaysia. Mereka menuntut hal tersebut karena kurang berhasilnya industri musik di Malaysia dan terlalu banyaknya respon positif terhadap lagu-lagu Indonesia yang terbit di sana.
"Kita sih kurang setuju dengan peraturan tersebut. Karena menurut saya, di Malaysia masih banyak yang request lagu-lagu Indonesia, karena lagu-lagu Indonesia di sana, lebih disukai dan lebih berkualitas," aku Rian, kemarin, Senin (08/09/08) di studio Vicky Sianipar di jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Pusat.
Rian juga menambahkan, bahwa dirinya juga merasa kecewa dengan adanya peraturan tersebut. Ini dikarenakan d Masiv memiliki fans yang jumlahnya tidak sedikit di negeri Jiran itu. Menurutnya dengan banyaknya warna musik yang masuk dari luar negara, adalah hal yang baik, karena dengan begitu masyarakat memiliki kebebasan untuk menentukan musik apa yang diminatinya.
"Ini sepertinya kurang fair, salah satunya bagi d Masiv. Pasar d Masiv di Malaysia sangat potensial, bahkan tanggal 17 dan 18 Oktober mendatang, kita akan manggung di Malaysia. Indonesia saja tak pernah batasi musik luar untuk masuk ke Indonesia. Karena seharusnya banyaknya warna musik yang masuk, membuat kita bisa semakin berkembang dalam segi musikalitas," pungkasnya. (kpl/wwn/dna)
Lihat Profil: d Masiv
duh jojo jojo... indonesia bkannya g mw memutarkan lagu" pemusik malaysia tp peminatnya di indonesia tu tidak ada..... mngkn klw siti nurhaliza bs menembus musik indonesia y karna lagu" siti tu jg kebanyakan yg menciptakan pemusik indonesia...saran gw sch pemusik malaysia lbh kreatif dlm menciptakan lagu.....
Kenapa harus merasa sedih adanya pembatasan untuk masuk ke Malaysia? Indonesia juaga begitu buat pada artis Malaysia? Apa lagu-lagu Malaysia bisa diputarkan selalu di sana? enggakkan.. yang bisa hanya siti. yang lain sukar sekali. Be fair. Kalau mahu musik Indonesia di putarkan di Malaysia..makanya izinkan lagu-lagu Malaysia masuk Indonesia,.