
Menanggapi kejadian-kejadian tersebut ustad Jeffry Al Buchori alias Uje mengaku sedih sekaligus prihatin. Bahkan ia sempat bertanya dalam hati, mengapa mereka tidak dapat menahan diri di bulan baik ini.
"Saya sedih. Apalagi ketika saya melihat saudara-saudara kita tak dapat mengendalikan emosi. Saya bertanya, kenapa sih nggak bisa ditunda dulu? Sebab ini menurunkan kualitas puasa. Sama saja puasanya hanya menahan lapar dan haus saja," katanya.
Diakui peristiwa tersebut dapat terjadi pada siapa pun. Untuk itu Uje meminta supaya para pihak bisa menahan diri agar kualitas puasa tidak berkurang atau hilang sama sekali.
"Sebenarnya ini tak cuma terjadi di kalangan selebriti, pejabat, wartawan, tapi masyarakat juga. Jika tetap ada maka mereka tidak mampu mengendalikan emosi. Mestinya kita ikuti doa Nabi Sulaiman, 'Ya Allah, semua ini karunia-Mu ya Allah'," ujar bapak dua anak ini saat dijumpai usai bertausiah di depan rombongan travel religi 500-an yatim piatu di Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah, Jumat (26/9). (kpl/dis/boo)
Lihat Profil: Jeffry Al Buchori