
Saat itu laki-laki yang sering dipanggil Uje ini bertanya pada anak tersebut mengapa tidak melanjutkan sekolah. Anak itu menjawab bahwa orang tuanya tak sanggup membayar biaya sekolah. Melihat kenyataan ini, Uje berujar jika dia berniat mendirikan taman bacaan keliling yang dapat dinikmati siapa saja dan gratis. “Biar bagaimana pendidikan harus diperoleh tiap orang dan saya berniat membangun taman bacaan yang tidak permanen alias mobile. Itu cita-cita saya yang belum tercapai,” ucapnya kepada Kapanlagi.Com
Ia menambahkan realisasi taman bacaan tersebut dapat segera terwujud bila ada pihak yang ikut membantu sebagai sponsor dan peduli terhadap nasib pendidikan anak. “Insya Allah kalau sudah jalan, saya mau berkeliling dengan mobil itu dan berhenti di lampu merah sekitar satu sampai dua jam. Biar mereka bisa memanfaatkan buku yang ada. Selain itu untuk menarik perhatian maka eksterior mobil mesti digambar yang bagus. Mudah-mudahan saja ada sponsornya,” harap Uje yang mudik pada hari pertama Idul Fitri ini.
Bahkan Uje juga bermimpi suatu hari mempunyai acara yang mempertemukan anak didik yang telah berhasil dengan pengajarnya. (kpl/dis/roc)
Lihat Profil: Jeffry Al Buchori