
"Dari segi produksi, film Indonesia udah bagus banget. Tapi dari segi tema, kebanyakan masih pada 'dompleng'. Misalnya satu aja yang berhasil, pasti diikuti oleh yang lain. Aku kuatir masalah itu, takut kalo terjadi kebosanan. Berharap sih film Indonesia lebih variatif dalam tema cerita," tutur Lukman, saat ditemui di sela-sela acara press screening film CINTA SETAMAN arahan Harry Dagoe Suharyadi di Plaza Senayan, Rabu (8/10).
Secara pribadi, Lukman menjelaskan bahwa perfilman belum bangkit seutuhnya, tapi masih menuju ke sana. Namun demikian, putra violis kenamaan Idris Sardi ini berharap bahwa geliat film nasional tak berhenti sampai di sini saja.
Selain itu, Lukman juga berharap agar pemerintah turut berperan lebih besar dalam memberikan motivasi bagi perkembangan perfilman tanah air.
"Saya berharap pemerintah bukan cuma menonton. Nggak cukup cuma sampai di situ, kalo bisa beri fasilitas kemudahan agar film-film Indonesia sampai ke luar negeri. Bikin fasilitas-fasilitas pendidikan, atau apa," tambah Lukman.
Bagi Lukman, ia tak mau terlalu berbangga hati dan cepat puas atas film-film yang dibintanginya. Namun ia ingin agar nantinya film-film Indonesia itu bisa berguna bagi peningkatan perekonomian negara.
"Ya pastinya, seorang pemimpin negara bisa nonton. Jangan berhenti sampai di situ, mereka juga harus berpikir kalau film Indonesia itu bisa dijadikan lahan devisa. Pokoknya itu semua masih bisa dimaksimalkan lagi," tegasnya. (kpl/ant/bun)
Lihat Profil: Lukman Sardi, Idris Sardi