
Dalam tausiahnya, Uje mengatakan, kesuksesan seseorang melaksanakan ibadah puasa, bukan dilihat dari ia berpuasa sebulan penuh, tetapi dapat dilihat dari tingkah laku yang ditunjukkan selama sebelas bulan setelah berpuasa.
Uje menyebutkan, amalan ibadah puasa seseorang tidak akan diterima Allah SWT, apabila berdurhaka terhadap kedua orangtuanya, suami/istri yang bertengkar saat Idul Fitri tiba dan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain.
Selain itu, Uje yang berbicara pada ribuan pengunjung di Lapangan Merdeka, Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur, Provinsi Lampung, belum lama ini, mengajak kepada umat muslim senantiasa taat kepada Allah SWT. Sebab orang yang taat kepada Tuhannya ibarat sebuah pohon yang memiliki akar kuat yang tidak mudah tumbang meski diterjang badai sekuat apa pun.
Menurutnya, bila seseorang memiliki ketaatan yang kuat, orang tersebut tentu mempunyai ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup.
"Kita harus taat kepada Allah, sebab orang yang tidak taat kepada tuhannya tersebut termasuk golongan yang berada dalam bahaya dan dapat membahayakan orang lain. Jadi seperti kereta yang keluar dari jalurnya, selain dapat membahayakan penumpang juga dapat membahayakan orang yang berada di sekitarnya," tambahnya. (kpl/dar)
Lihat Profil: Jeffry Al Buchori