Kerusuhan itu meletus sekitar Rabu tengah malam waktu setempat (05:00 WIB) Kamis, beberapa jam setelah kaum Yahudi mulai memperingati Yom Kippur, Dari Penebusan Dosa, ibadat tersuci dalam kalender Yahudi, di mana Israel nyaris lumpuh.
Satu kelompok pemuda Yahudi menyerang seorang pria Arab yang mengendarai mobilnya, dalam satu insiden yang menimbulkan kerusuhan berskala luas antara warga Yahudi dan Arab, yang mengakibatkan kerusakan besar pada lusinan mobil dan toko, kata Haaretz dalam edisi internetnya.
Polisi menggunakan pasukan untuk membubarkan massa yang berjumlah ratusan orang, kata surat kabar tersebut mengutip para pejabat polisi.
Sekitar sepertiga penduduk Acre yang berjumlah hampir 50.00 orang adalah warga Arab.
Para anggota parlemen Arab selama bertahun-tahun meminta pasukan keamanan mengambil tindakan yang lebih keras untuk mencegah warga Yahudi melemparkan batu ke mobil-mobil yang dikendarai warga Arab pada Yom Kippur.
Salah seorang dari mereka, Abbas Zkoor mengatakan serangan-serangan semacam itu sering terjadi.
Kendatipun banyak pengaduan disampaikan kepada kantor-kantor polisi para petugas tidak dikirim untuk membubarkan kerumunan-kerumunan rasis itu," kata Zkoor.
Ia menyerukan otoritas agama mengutuk tindakan seperti itu, yang ia katakan "sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar agama Yahudi."
Pada Yom Kipur kaum Yahudi berpuasa, berdoa dan meminta Tuhan mengampunkan dosa-dosa mereka yang dilakukan dalam tahun sebelumnya.
Ibadat Kamis itu juga menandakan ulang tahun perang Arab-Israel Oktober 1973 yang menewaskan 2.700 warga Israel.
Walaupun Israel akhirnya memukul mundur pasukan Suriah dan Mesir, perang 19 hari itu menimbulkan dongeng tentang kekuatan militer Israel.
Dokumen-dokumen rahasia yang dinyatakan sudah tidak rahasia lagi yang disiarkan Rabu menyoroti hanya bagaimana Israel meremehkan kekuatan musuh-musuh Arabnya di tengah-tengah perbedaan yang dalam di kalangan militer dan politik mereka. (kpl/rif)