Pelatih pencak silat Indonesia, Indro Catur ketika dihubungi dari Semarang, Jumat, mengatakan, sekarang ini latihan sifatnya ringan supaya anak-anak tidak mengalami cedera, mengingat cabang olahraga bela diri termasuk pencak silat rawan akan cedera.
Bahkan, kata pelatih pencak silat asal Jawa Tengah tersebut, dua hari sebelum pesta olahraga multieven pantai yang baru pertama kali digelar di Indonesia tersebut, Dian Kristianto dan kawan-kawan hanya berlatih untuk menjaga kebugaran saja.
Biasanya, kata dia, latihan yang berlangsung cukup lama ini ada saatnya harus diturunkan sehingga saat bertanding atlet-atlet tersebut lebih segar.
"Saya kira waktu dua hari ini cukup untuk menurunkan tensi latihan anak-anak," katanya menegaskan.
Pada ABG di Bali mendatang, cabang olahraga pencak silat mempertandingkan delapan nomor, yaitu kelas tanding empat nomor, dan seni empat kelas.
Meskipun mempertandingkan delapan kelas, Indonesia mempersiapkan 10 atlet karena di antara mereka ada yang turun pada nomor ganda baik putra maupun putri.
Untuk nomor tanding, Indonesia menurunkan Dian Kristianto dari Jateng (kelas A putra), Ria Puspita dari Sumsel (kelas A putri), Ni Nyoman Suparniti dari Bali (kelas D putri), dan Pranoto dari Jawa Timur (kelas H putra).
Kemudian untuk nomor seni adalah Ngurah Aria dari Bali (tunggal putra) dan Ni Luh Putu S dari Bali (tunggal putri), sedangkan ganda putra adalah pasangan Hamdani/M. Yusuf dari Jawa Timur dan pasangan Sang Ayu/Dwi Damayanti dari Bali (ganda putri).
Menurut dia, cabang pencak silat ditargetkan meraih juara umum pada ABG mendatang dan untuk bisa menjadi yang terbaik minimal harus bisa meraih empat medali emas.
Empat medali emas tersebut, menurut dia, diharapkan dari Dian Kristianto, Ni Nyoman Suparniti, Ni LUh Putu, dan pasangan Hamdani/M. Yusuf.
Soal pesaing beratnya, dia mengatakan, terutama datang dari atlet Vietnam karena mereka selalu menjadi pesaing Indonesia saat tampil pada SEA Games.
"Pada SEA Games 2007, kita keluar sebagai juara umum dengan lima emas, sedangkan Vietnam di tempat kedua dengan tiga emas. Akan tetapi, di Bali mendatang situasinya berbeda karena venues untuk pertandingan bukan di dalam gedung atau ruangan, tetapi di pantai," katanya. (*/cax)