"Tapi Icuk harus dibantu oleh orang profesional di bidangnya untuk benar-benar mengembangkan PBSI. Saya sudah lihat konsepnya," kata Johar di Jakarta, Jumat (10/10), mengomentari pencalonan Icuk sebagai Ketua Umum PB PBSI periode 2008-2012.
k
Johar yang juga mantan Deputi Bidang Pemberdayaan Olahraga Kantor Menegpora itu lebih jauh mengatakan bahwa sudah saatnya PBSI dipimpin oleh seorang figur yang berasal dari kalangan bulutangkis itu sendiri.
"Kalau Icuk dianggap tidak menguasai manajemen, ia bisa didukung oleh pengurus yang mengerti manajemen, asalkan punya komitmen untuk memajukan bulutangkis," kata Johar yang sekarang menjabat sebagai salah satu staf ahli di kantor Menegpora.
Kepengurusan organisasi olahraga, termasuk bulutangkis menurut Johar sudah tidak zamannya lagi mengandalkan pejabat karena yang harus dikedepankan adalah aspek profesionalisme.
"Kalau perlu pengurus itu digaji dan bekerja full time agar tugasnya tidak dikerjakan sambil lalu. Tidak mungkin sebuah organisasi berjalan dengan baik kalau tidak dikelola secara profesional," katanya.
PBSI akan mengadakan Munas pada 14-15 November mendatang yang salah satu agendanya adalah memilih ketua umum 2008-2012, menggantikan Sutiyoso yang menolak dicalonkan kembali.
Selain Icuk yang disebut-sebut telah mendapatkan dukungan 24 daerah, calon lain adalah Panglima TNI Jendral Djoko Santoso.
Meski Icuk saat ini dalam status menjalani skorsing sebagai Ketua Umum Pengda PBSI DKI Jakarta, menurut Johar hal itu tidak akan menjadi penghalang bagi juara dunia 1983 itu untuk memimpin PB PBSI.
"Keputusan tertinggi ada di tangan Munas, kalau mayoritas anggota setuju sanksi dicabut, maka tidak ada alasan untuk menolak pencalonan Icuk," kata Johan yang juga dikenal sebagai tokoh sepak bola asal Sumatera Utara itu. (kpl/rif)