KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
"Saya seneng sekali, saya anggap ini satu proses dalam perjalanan hidup saya. Pokoknya saya sebagai pemain pengen ngasih yang terbaik untuk masyarakat. Bagi yang nggak suka ama akting saya, ya nggak apa-apa," katanya, dalam press conference film KUTUNGGU JANDAMU di Jakarta Teater, Jakarta Pusat, Rabu (15/10) sore.
Walau Dewi dalam film tersebut mengaku dirinya bangga menjadi seorang janda, tapi hal itu dilakukannya karena tuntutan naskah. "Itu cuma dalam skrip atau skernario. Soal pesan moral tanya aja ke penulisnya," tukasnya.
"Aku selalu berpikir kalau laki-laki itu bagaimanapun adalah orang nomor satu. Tapi mengapa kalau satu wanita berkarya kok malah dicibir," imbuhnya.
Selain itu, melalui film ini ia ingin meluruskan persepsi masyarakat soal status 'janda'. Ia berharap agar masyarakat bersikap positive thinking dengan tak menganggap janda sebagai status yang jelek sehingga beresiko untuk selalu di-zalimi alias diperlakukan dengan semena-mena.
Namun demikian, Dewi juga tak ingin menyalahkan pendapat banyak orang yang menganggap bahwa film ini merusak generasi muda.
"Saya nggak nyalahin persepsi setiap orang. Yang harus disalahin adalah penulisnya. Saya di sini cuman pemain yang harus profesional dalam bekerja. Tapi ini bisa saya anggap sebagai 'bom', sebagai acuan bagaimana kita sebagai seorang pemain harus maksimal," paparnya.
Selanjutnya, Dewi memaparkan bagaimana seharusnya seorang janda harus bersikap.
"Sebagai seorang janda harus ramah, tapi bukan ramah untuk dijamah. Selama kita melakukan hal yang baik, itu adalah satu hal yang bagus. Tapi Kalau cowok atau suami-suami sekarang kebanyakan nggak bisa me-manage nafsu dan iman dengan baik," tegas Dewi.
"Jadi di sini kita kasih gambaran kepada penonton kalau emang pepatah yang menyatakan rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri memang ada, dan memang seperti itu yang terjadi di masyarakat. Di sini kita juga menyampaikan bahwa masyarakat nggak boleh melihat dari statusnya aja. Seorang perawan kalau hatinya bejat ya bejat juga," imbuhnya.
Film produksi Maxima dan disutradarai oleh Findo Purwono HW ini bakal mulai diputar di bioskop tanah air pada tanggal 16 Oktober 2008. (kpl/ant/bun)
Lihat Profil: Dewi Persik
Tag: Skandal Dewi Perssik