Konsul Jenderal (Konjen) Timor Leste di Kupang, Caetano de Sousa Guterres, SH, MH dari Waikabubak, ibukota Kabupaten Sumba Barat, Kamis siang (16/10) mengatakan, sebanyak 10 kuda dari Timor Leste telah dikirim melalui kapal laut dari Pelabuhan Tenau, Kupang, Kamis pagi.
Sementara ia bersama penasehat politik Menteri Luar Negeri Timor Leste, DR Feliciano da Costa dan mantan Bupati Kabupaten Covalima di masa integrasi dengan Indonesia, Rui Lopes, sudah tiba di Waikabubak dengan pesawat terbang pada Kamis, dijemput Bupati Poteleba.
"Kami dijemput Pak Bupati Julianus Poteleba dikalungi selendang (tenunan Sumba) yang besar, jadi kami merasa sangat terhormat," kata Caetano dan menambahkan, sejak bertugas di NTT saat Konjen Timor Leste dibuka, kali ini dia menerima selendang ukuran besar kedua.
Caetano mengaku, menerima selendang ukuran besar pertama di kantor Gubernur NTT, ketika pejabat Timor Leste berkunjung ke Kupang.
Dia mengatakan, kuda-kuda beserta para joki dari Timor Leste siap bertarung. Pada Senin (20/10), kuda-kuda dari Timor Leste akan turun gelanggang pacuan untuk bertarung pada kelas A, AA dan B.
Apalagi, dalam tim ikut pula seorang tokoh, Rui Lopes (mantan Bupati Covalima di masa integrasi dengan Indonesia) yang dikenal sebagai orang yang menggemari pacuan kuda.
Caetano juga mengatakan, sebenarnya undangan untuk merekatkan persahabatan dengan Timor Leste dari para bupati di NTT pernah disampaikan oleh Bupati Kabupaten Sikka, Aleks Longginus (saat masih memimpin Sikka), namun ketika tim sepak bola tiba di Kupang, terhalang masalah imigrasi sehingga batal melanjutkan perjalanan ke Maumere. (kpl/rif)