
"Dilihat dari sejarah, para 'pembajak' cenderung lebih fokus kepada software versi n-1," ungkap Bonnie MacNaughton, pengacara Microsoft. Menurut Bonnie, penyebabnya adalah fitur antipiracy dan security Windows Vista lebih susah ditembus ketimbang Windows Vista. Namun diprediksi bahwa ini tak akan berlangsung lama.
Seiring waktu, pasti ada yang akan mampu menembus sistem proteksi Windows Vista ini. Biasanya ada waktu jeda sekitar satu atau dua tahun sebelum sebuah sistem proteksi bisa sepenuhnya 'dibobol'.
Hal yang sama juga terjadi pada produk Microsoft Office. Microsoft Office 2003 lebih banyak dibajak ketimbang Microsoft Office 2007. Ini juga disebabkan sistem proteksi Microsoft Office 2007 yang lebih baik bila dibanding dengan Microsoft Office 2003.
Di Amerika Serikat sendiri Microsoft sudah mengajukan 20 tuntutan terhadap reseller software yang kedapatan menjual produk Microsoft bajakan atau meng-install software ilegal ini pada komputer dan laptop yang mereka jual. Sembilan dari tuntutan yang diajukan itu berada di wilayah negara bagian California.
Menurut sebuah berita yang dilansir Computer World hari Selasa (21/10/08) disebutkan bahwa Microsoft juga mengingatkan masyarakat bahwa setelah Juli 2009, maka Microsoft tak akan lagi menjual Windows XP dan masyarakat diharap waspada terhadap kemungkinan adanya Windows XP bajakan yang akan tetap beredar setelah tanggal tersebut. (cpw/roc)