< >

Penyandang Tuna Daksa di Bali Butuh Bantuan

Rabu, 22 Oktober 2008 10:16
Kapanlagi.com - Penyandang cacat tuna daksa (tubuh) di Bali sekitar 15.000 orang, sebagian besar membutuhkan bantuan kaki dan tangan palsu, sesuai ukurannya masing-masing.

"Kami sedang mendata secara rinci terhadap penyandang yang membutuhkan alat bantu, khususnya dari kalangan keluarga kurang mampu sehubungan kesanggupan dari Yayasan Peduli Tuna Daksa Indonesia (PDKI) untuk membantunya," kata Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Bali Drs Drs Anak Agung Gede Alit di Denpasar Rabu (22/10).

Ia mengatakan, pendataan yang dilakukan Dinas sosial Kabupaten/kota se-Bali itu perlu mendapat dukungan dan peran serta masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan kaki dan tangan palsu untuk menghubungi aparat desa setempat.

"Petugas di lapangan bekerja sama dengan aparat desa setempat mendata para penyandang cacat tuna daksa untuk diberikan bantuan alat sesuai cacat tubuhnya," ujar Agung Alit.

Dengan bantuan itu diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan dirinya dan mampu melakukan aktivitas kesehariannya.

Penyandang cacat tuna daksa selain akibat kecelakaan lalu lintas, maupun hal-hal lain yang tidak diinginkan, juga ada yang mengalami cacat sejak kelahiran.

"Dengan sentuhan alat bantu itu diharapkan kembali mampu mandiri dan melakukan aktivitas keseharian," harap Agung Alit.

Ketua Yayasan PDKI Jaikishin Pursani menjelaskan, pihaknya telah membantu 967 kaki dan tangan palsu kepada para penyandang cacat tubuh di sejumlah daerah di Indonesia.

Bantuan alat bagi penyandang cacat tubuh tersebut akan terus diberikan kepada mereka yang membutuhkan, sebagai salah satu wujud kepedulian sesama umat manusia.

Bantuan tersebut akan diberikan secara berkesinambungan, termasuk menjangkau seluruh penyandang cacat tubuh yang membutuhkan alat bantu di Bali.

Bantuan kaki dan tangan palsu yang diberikan secara cuma-cuma tahap pertama di Bali telah menjangkau 25 orang, dan akan terus dilakukan sesuai permintaan, ujar Jaikishin. (kpl/meg)


BERITA TERKAIT