
Saat ditanya soal protes tersebut, Tukul yang dihubungi melalui telepon mengatakan bahwa ia tak terlalu ambil pusing. Ia menjelaskan bahwa hal itu adalah tanggung jawab Manajer Produksi EMPAT MATA.
"Kalau saya sih biasa aja, biasanya kalo penayangan begitu, tanggung jawabnya di Manajer Produksi EMPAT MATA. Tanya aja sama Manajer Produksi EMPAT MATA. Kalau saya sih hanya eksekusi aja," jelas Tukul.
Lantas, apakah dirinya tak kuatir EMPAT MATA akan dihentikan penayangannya? "Iya, itu kan dari pihak sana, ada kebijaksanaan atau enggak. Yang penting kalo enggak melanggar banget nggak masalah. Ya, kalau enggak melanggar undang-undang, kita nggak masalah kan. Kan ada peringatan satu, peringatan dua," tandasnya.
Bagi Tukul, menonton aksi makan kodok hidup-hidup tersebut layaknya melihat debus (ilmu kebal senjata tajam dari Banten). Namun demikian, ia menekankan bahwa hal itu hanya sebatas hiburan dan bukan tindakan 'provokasi' pada penonton untuk melakukan hal serupa.
Dan sebagai tayangan yang memiliki rating yang tinggi, apakah hal itu bakal berpengaruh di masa yang akan datang?
"Alhamdulillah, saya nggak ngeliat rating dan share, saya hanya menjalankan tugas saja. Aku kerja yang penting optimal, maksimal, dan apa yang saya punya bisa menghibur audience. Kalo urusan rating dan share, tanya aja ama pihak manajer produksi atau manajer saya yang lebih tahu," pungkasnya. (kpl/buj/bun)
Lihat Profil: Tukul Arwana
ga KPI ga FPI samaa aja ,,, sama muna nya ,,, perasaan semua acara tv salaaaah aj ,,, yg gini lah gt lah ,,, kalo gt kalian aja d yg buat acara tv sendiri ,,, semua kan tergantung individu @, biar acaranya di buat baik2 n alim2, kalo orang pikirannya aneh2/mesum sama aj kale pak ,,,
uda lah kalian tu buat hidup kalian ribet aja ,,,
biasa aj dooong ,,, ga usah belagu d ,,,toh jg ga ngefek ma negaranya yg uda ancur dari dulu ,,,
Di indonesia tuh, semua tayangan di TV dianggap untuk semua umur, yg jorok, yg sadis, dewasa, anak2. ga ada bedanya. dulu aja ada tayangan DIANRANA di TVRI, malah lebih jorok dari pada makan kodok, ditayangkan sore hari lagi bukan malam hari. jadilah penonton yang BIJAKSANA
Walau tanggung jawab ada Manajer EMPAT MATA, semestinya sebelum tayang Tukul bisa menolak tayangan semacam "makan kodok hidup2", karena tayangan seperti ini menjijikan, apalagi jika ditonton anak2, jangan2 nanti ditiru.
Sejak jadi Presenter 4 mata, Om Tukul Arwana ini semakin smart aja. jgn takut sama gertakan2 yang mengatas namakan sekelompok org saja. klo sesuatu dilihat hanya sebelah mata, tidak akan pernah ada benarnya. Hidup itu dituntut untuk berfikir secara cerdas, menggunakan hati dengan tulus.