
"Aku kalo ama Trans7 udah kayak anak sama bapak," jawab Tukul pada KapanLagi.com, saat dimintai pendapatnya soal hubungannya dengan stasiun televisi yang turut mempopulerkan namanya itu.
Lantas, bagaimana ia menyikapi keputusan KPI tersebut? Apakah ada rasa sakit hati?
"Ya, biasa-biasa aja, berarti KPI telah menjalankan tugas dengan benar dan profesional. Berarti pemerintah telah melaksanakan tugas dengan baik. Apalagi kalo telah melanggar Undang-Undang atau pasal dan peraturan pemerintah, diberhentikan nggak apa-apa," ujarnya pasrah.
Tukul melanjutkan bahwa keputusan tersebut juga disikapi secara positif oleh keluarganya. Sehingga untuk ke depannya ia bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.
"Keluarga malah seneng. Jadinya saya di rumah terus. Saya bisa sering nganter anak-anak ke sekolah dan momong istri. Dari desa kembali ke desa. Saya akan bercocok tanam dan mungkin nyalonin diri jadi Gubernur, biar jalanan di Jakarta itu nggak berlubang," ujarnya bijak.
Ah, yang bener nih Mas? Apakah nanti Mas Tukul tak takut kehilangan rejeki? "Ya, benar. Aku siap. Tuhan nggak pernah tidur. Ia pasti bertanggung jawab kepada umat-Nya. Walaupun tidak ada di program saya, rejeki selalu ada," tuturnya yakin. (kpl/ant/buj)
Lihat Profil: Tukul Arwana
pa melanggar Undang Undang ? Sebaiknya diambil sisi positifnya saja, pasti ada kok. Biasa, makin tinggi naik kepohon semakin besar hempasan anginnya. Bila tidak kuat peganggannya bisa jatuh.
Terima kasih.-
Semoga mas Tukul yang ganteng diberi kesabaran atas peristiwa ini,semua kejadian pasti ada hikmahnya,yang penting tetaplah jadi dirimu sendiri, yang kAtRo',NDesO, KutuKUPREET..