Untuk mendalami perannya, Debby mengalami beberapa kesulitan, selain harus berlatih khusus tari tradisional jaipong bersama pelatih, dia juga harus belajar logat Sunda. "Nggak pernah nari, aku latihan enam sampai tujuh kali sama kru film. Ada instruktur tarinya, saya belajar enam sampai tujuh kali dengan dia, jadinya gitu deh. Kesulitan lainnya aku harus berperan jadi orang kampung. Lugu banget, karena aku nggak begitu. Kesulitan ketiga itu logat yang harus pakai logat Sunda, paling susah di situ, saya harus belajar banyak logat Sunda," ungkap wanita kelahiran 7 Agustus 1988 ini saat ditemui di press release KAWIN KONTRAK di Euro Cafe Belezza Permata Hijau, Jakarta Selatan, Selasa (11/11).
Untuk penampilannya yang seksi, Debby mengaku tak merasa khawatir dengan UU Pornografi yang sekarang sudah disahkan. Pasalnya menurut wanita asal Jakarta ini, banyak adegan yang sudah dipotong. "Ya enggak lagi, di situ kan banyak scene yang dipotong karena mungkin terlalu seksi," ungkap bintang DOA YANG MENGANCAM ini. (kpl/ang/erl)
mba Debby, "aku kan gak begitu" maksudnya apa? lugu org kampung? bukannya keluarga lo sebelum hijrah di salah satu kampung di Lampung? mentang2 di interview jadi sombong begini kacang lupa kulitnya. Sma lo jg sama kan di perintis...gk ada yg salah kali jadi org kampung. Ko malu? Yg malu itu attitude kamu yg spt karakter di film2 yang kamu peranin. Baju gak senonoh sehari2, tutur kata gk dijaga/ngomong asbun gk pikir panjang, bilang pacaran cuma kissing doang? hahaha bener nih ;-)
kalau bisa jangan cuma tari jaipong,jadi orang sunda sekalian,kamu lebih pantas jadi orang jawa barat.