
"Ya saya di sini sebagai PR dan saya mengikuti kegiatan ini karena saya menganggap ini adalah hal yang positif. Dari segi saya sebagai publik figur, saya harus dapat mensosialisasikan pada masyarakat tentang hukum dari kehidupan sehari-hari. Maksudnya sejak kita keluar rumah sampai kita kembali lagi ke rumah," tutur Titi yang ditemui di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/11).
Bagi Titi sendiri, penerapan hukum salah satunya di hak cipta dan bisnis kecil-kecilan yang dikelolanya. "Dan itu semua berhubungan dengan hukum. Jadi sangat tidak nyaman apabila saya harus berurusan dengan hukum. Saya sendiri sih berharap setiap masyarakat sadar dengan hukum yang ada di Indonesia," ujarnya.
Tugas Titi pada siang tadi, ingin menyuarakan kepada rekan-rekan pers agar bisa menyampaikan hukum-hukum yang berlaku di Indonesia kepada masyarakat. Ini ditujukan supaya masyarakat lebih disiplin. Misalnya saja seperti demo-demo yang tidak melapor kepada aparat yang berwenang, itu merupakan pelanggaran hukum. "Saya sangat peduli terhadap semua yang ada sangkut pautnya sama hukum," kata Titi lagi.
Kekasih Christian Sugiono ini juga mengaku pernah bersentuhan langsung dengan hukum, seperti masalah kontrak kerja atau yang di luar pekerjaan berkaitan dengan lalu lintas, misalnya aturan 3 in 1. Di mata Titi, apa pun yang ada peraturan hukumnya itu pasti suatu kebaikan.
Lantas, apakah Titi sendiri pernah melanggar hukum? Bintang iklan salah satu produk makanan ini bercerita, "Saya pernah waktu itu lewat di daerah Senen (Jakarta), kemudian ada kemudian ada seorang anak kecil yang mengetuk pintu mobil saya, dan dia meminta uang secara paksa. Dan itu sudah termasuk pelanggaran hukum. Apalagi kalau saya memberikan uang kepada mereka, itu pun pelanggaran hukum."
"Jadi saya berusaha untuk patuh. Karena sebagai seorang publik figur saya harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat," pungkasnya. (kpl/hen/boo)
Lihat Profil: Titi Kamal