Alunan suara petikan gitar apik dengan sejumlah lagu klasik dari dalam dan luar negeri mendapatkan applaus tepukan para penonton dan mengingatkan kembali akan karya lagu yang bernilai rasa seni tinggi dan tidak lekang di makan zaman.
Sejumlah lagu ditampilkan pada konser dengan konduktor Hery Budiawan itu antara lain lagu Jali-Jali (Betwai), Pileuleuyan (Jabar), Kereta Apiku (karya Ibu Sud), Naik Delman (Pak Kasur), Halo-Jalo Bandung (Ismail Marzuki), Cordoba dan Sevilla (Isaac Albeniz), Divertimento (Iwan Tanzil), Trio (Filippo Gragnani), Cuban Landscape With Rain (Leo Brouwer), dan Leyenda de Espana (Agustin Barrios Mangore).
Manajer promosi acara tersebut Dra Rien Safrina, MA mengatakan, konser gitar JES merupakan wujud Program Outreach UNJ dalam I-MHERE (Indonesia Managing Higher Education Relevance and Efficiency) agar para mahasiswa khususnya FBS-UNJ mampu meningkatkan keterampilan tidak hanya di dalam kampus, tetapi mendapatkan apresiasi dan pengakuan masyarakat.
"Mahasiswa FBS-UNJ Jurusan Seni Musik yang terdiri atas vokal, piano, gitar, violin, flute diharapkan menguasai ilmu dan praktiknya, sehingga kelak mereka menjadi sarjana pendidikan yang mampu sebagai pendidik secara optimal," kata Rien yag juga menjabat Pembantu Dekan III FBS-UNJ itu
Program Outreach UNJ yang dimulai 2007 tidak hanya pergelaran seni musik, tapi menghadirkan seminar dan diskusi ilmiah, pameran pendidikan agar para mahasiswa tidak hanya mampu dalam bidang akademik, tapi memiliki keterampilan sesuai bidang ilmunya di masyarakat.
Sementara itu, Rektor UNJ, Prof Dr Bedjo Sujanto, MPd dalam sambutan tertulisnya mengatakan, Konser JES merupakan salah satu kegiatan bermusik oleh para mahasiswa yang kreatif dari Jurusan Seni Musik untuk membawa beragam karya musisi nasional dan internasional kepada masyarakat. (kpl/dar)