
Untuk itu, Ratu Atut menuntut ganti rugi sebesar Rp500 juta dan permintaan maaf dari Icha, sapaan akrab Marissa, yang dimuat di dua media massa besar nasional. Namun demikian, Icha mengaku tak gentar dan bahkan akan mengajukan banding.
"Aku mau banding dan lawyer aku yang urus. Perdata tidak ada pencemaran nama baik, yang ada di pidana. Aku anggapnya gak ada masalah," kata Icha, saat ditemui di aula Blok I Kampus Univ. Nasional Jakarta, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Icha menangkap adanya indikasi rekayasa soal ijazah yang didapat oleh Gubernur wanita tersebut. "Bayangin aja, masuk Januari 2003 dan selesai 2004. Mungkin gak sih S1 ditempuh dengan waktu 15 bulan?" tandasnya.
Setelah menghadapi kasus hukum tersebut, apakah istri dari Ikang Fawzi tersebut berencana untuk mencalonkan diri jadi Gubernur Banten pada periode yang akan datang?
"Saya hanya calon wakil Gubernur. Kalau calon Gubernur nggak mau naik lagi, mungkin nggak wakilnya naik sendiri?" jawabnya diplomatis.
Sementara, soal makin maraknya para artis yang kini terjun ke kancah politik, apakah ada kemungkinan mereka juga memalsukan ijazah demi meraih kemenangan?
Ditanya soal itu, Icha menjawab tegas, "Aku nggak melihat ada artis yang memalsukan ijazah dan tidak akan pernah ada. Soalnya, dia jadi sorotan media." (kpl/buj/bun)
Lihat Profil: Marissa Haque, Ikang Fawzi
Kayanya aku dah pernah comment bahwa keluarganya Gubernur Banten itu ga bener, anaknya yang sulung yang namanya Dika juga ga bener, hamilin anak orang baru dey nikahin udah gitu ditutupin lagi, biar nama ibunya bagus. Udah gitu tukang minum dan juga pengguna narkoba. Mungkin menurut si Dika mentang anak Gubernur seenak jidatnya aja menindas orang kecil pake punya bodyguard lagi. Duhhh...tolong dey...jangan make nama orangtua kalo mau terkenal tp liat diri sendiri aja...
Dari situ aja orang pasti bisa menilai. Tolong aja jangan main curang dan jangan pergunakan uang buat ngebersihin diri...
@Doni : ya nggak bisa dong bung. Kalau pemimpin kita mendapat ijazahnya dengan curang berarti dia siap melakukan kecurangan selama menjabat. Yang rugi siapa hayo? Kan kita sendiri, rakyatnya. Aku sih tetap mendukung bunda Marissa, supaya rakyat belajar juga melihat pendidikan nggak sekedar ijazah. Kalau prosesnya benar, pasti jadi pemimpinpun akan berlaku benar. Ambil S1 saja menipu, gimana selanjutnya????/
Buat mbak Marisa, Sukses terus ya. Semoga ibu dan keluarga selalu diberi kebahagiaan.
saya menghargai sikap ibu yang berusaha melakukan yang terbaik..mengenai masalah dengan gubernur banten,sediannya ibu bersedia mengalah karena akan lebih terlihat ksatria dan tidak terlihat reseh..masih banyak yang dapat dilakukan selain hanya tidak dapat legawa atas kekalahan dalam pilgub banten,rakyat yang lain menunggu anda bu...