
Pasalnya menurut Adhyaksa, Dhani memang tidak tahu apa yang dilakukan itu adalah suatu bentuk pelanggaran terhadap undang-undang, apalagi masuk kategori penodaan/penghinaan terhadap lambang negara.
Dalam video klip lagu Dewa 19 yang terbaru, berjudul Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia terdapat bendera Merah Putih dengan tulisan dan simbol Dewa 19. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk penodaan terhadap simbol bangsa.
Atas peristiwa ini, Menpora mengambil pembelajaran berharga betapa pentingnya sosialisasi aturan terhadap lambang dan simbol negara kepada masyarakat luas.
"Tindakan Dhani itu bisa dimaklumi karena dia khilaf dan tidak tahu apa yang dilakukannya itu suatu pelanggaran hukum. Lewat pengacaranya Dhani juga sudah menyatakan penyesalannya pada saya dan berniat akan menarik video klip yang di dalamnya ada tindakan yang secara tidak sengaja menghina lambang negara itu," terang Adhyaksa pada wartawan, Rabu (26/11), di Jakarta.
Mantan Ketua Umum KNPI ini juga mengingatkan agar ormas kepemudaan tidak bersikap reaktif terhadap kekhilafan Dhani tersebut, karena menurut Adhyaksa sebenarnya maksud Dhani itu baik untuk menularkan rasa patriotisme kepada anak muda khususnya para fans berat Dewa 19.
"Dhani itu anak muda dengan darah seni yang tinggi, mungkin karena terlalu bersemangat berkarya secara tidak sengaja dia melakukan tindakan fatal. Sebagai yang lebih mengerti, saya telah mengingatkan dia. Jadi saya harap kita maafkan Dhani dan mari kita bimbing karena bagaimanapun juga dia adalah aset bangsa ini," tutur peraih Award Tokoh Muda Nasional ini, dengan bijak. (kpl/dar)
Lihat Profil: Ahmad Dhani, Dewa 19
Tag: Kasus-kasus Ahmad Dhani, Ahmad Dhani Vs Roy Suryo, Perseteruan Selebritis
Salut buat Bpk Menpora,terus berkarya mas Dhani.adanya peristiwa ini membuat kita semua belajar bagaimana menghargai sesama,menyelesaikan masalah dgn kepala dingin.masih banyak bgt masalah besar di sekeliling kita.mas dhani..bagi2 CD gratis dong.ditengah ekonomi yg sulit ini budget untuk beli CD asli ga mungkin diadakan,..
i'm proud of you Dhani.
Even many stupid people blame on you, it doesn't mean that nobody love you.
Hidup Dhani!
Wahai kalian umat ahmad jangan menyebar kebencian dan menyimpan dendam sebarkanlah benih2cinta musnahkan virus benci karena bisa meracuni diri kalian semua.
Himbauang Bp Menpora itu memang baik akan tetapi kurang mendidik untuk keberlangsungan dan penegakan hukum di Indonesia, maaf itu boleh saja dan seharusnya akan tetapi prosedur dan koridor hukum tetap berlaku dan harus dijunjung tinggi, bukankah hukum itu tidak mengenal tidak tahu dan cukup dengan maaf. kalau begitu bagaimana masyarakat Indonesia bisa menghormati hukum yang berlaku. pembelajaran justru harus dimulai saat ini. apalagi ini dilakukan oleh orang yang nota bene mengerti dan mempunyai modal. bagaimana kalau yang melakukannya orang yang tidak punya modal dan kurang mengerti apakah akan dimaafkan secara hukum...............? saya kira proses hukum harus tetap dilaksanakan tapi dengan mengesampingkan dendam dihati demi pendewasaan hukum itu sendiri dan untuk membuktikan bahwa hukum berlaku tidak memandang bulu & berlaku menyeluruh dan setiap individu harus tunduk dan mematuhinya.
sekian trimakasih.