
Launching buku yang berisi 54 artikel sketsa sosial Butet di harian Suara Merdeka edisi Minggu itu sendiri dilakukan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/11) malam kemarin.
Acaranya sendiri memiliki konsep yang lain dari yang lain. Di sini Butet menggandeng sang adik yang musisi musik etnik, Jaduk Ferianto, bersama kelompok orkesnya, Sinten Remen, untuk mengiringi Butet membacakan beberapa naskah dari bukunya tersebut.
Ada beberapa seniman yang turut memeriahkan acara launching ini, di antaranya Slamet Rahardjo, Happy Salma, dan Whani Dharmawan. Sebenarnya nama Dian Sastrowardoyo juga ditunjuk sebagai salah satu pembaca artikel, namun karena masih dalam keadaan berduka akhirnya Dian tidak bisa hadir dalam acara itu.
Dengan membuat buku ini, Butet bermaksud untuk membagi pemikirannya pada orang-orang di luar Jawa Tengah. "Saya ingin yang menikmati karya saya bukan hanya orang Jawa Tengah saja karena dibuatnya cuma di Suara Merdeka, itu kan radiusnya terbatas. Saya kepengen pikiran saya ini dibaca oleh orang non Jawa Tengah. Kalau jadi buku bisa siapa aja yang mengonsumsinya."
Yang unik adalah tokoh Mas Celado yang selalu muncul dalam 54 artikel Butet yang ditulis mulai September tahun lalu hingga November ini. Mas Celado sendiri diakui Butet merupakan alter ego-nya sendiri.
"Itu tokoh sandiwara saja," tambahnya. (kpl/hen/npy)
Lihat Profil: Butet Kertaredjasa, Jaduk Ferianto, Slamet Rahardjo, Happy Salma, Dian Sastrowardoyo