"Jazz itu membebaskan kita untuk melakukan banyak hal seperti improvisasi. Dulu awalnya saya bermain di musik klasik dan berlangsung cukup lama, tapi akhirnya saya mendapati bahwa musik jazz adalah yang paling sesuai dengan jiwa saya," katanya di Jakarta, Sabtu malam (29/11).
Michelle datang ke Indonesia untuk tampil di Jak Jazz Festival 2008 yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, 28-30 November. Kedatangannya ke Jakarta mendapat dukungan penuh dari Australia Indonesia Institute, suatu prakarsa Pemerintah Australia.
"Saya senang menyanyi di sini, saya melihat banyak sekali anak-anak muda menirukan saya menyanyi, mereka sangat antusias dengan musik jazz. Ini berbeda dengan di Australia yang penontonnya kebanyakan berusia di atas 40 tahun," ujarnya.
Michelle, yang tampil pada hari pertama dan hari kedua Jak Jaz 2008 tampil bersama kelompoknya, Michelle Nicolle Quartet.
Di Warangatta International Jazz Festival 1998, Michelle memenangkan National Jazz Award yang bergengsi dan menerima penghargaan sebagai Vokalis Jazz Terbaik 2001, 2003, dan 2004 untuk industri hiburan Australia, Mo Award.
Michelle memulai karir saat dirinya mulai belajar biola pada usia delapan tahun di daerah anggur yang terkenal, Barossa Valley, Australia Selatan, pada 1970-an. Awalnya ia tak tertarik jazz, sampai ketika ia memulai proyek bernyanyinya dengan The University Adelaide Connection Jazz Choir.
Bersama kelompoknya, Michelle telah melakukan tur secara luas di seluruh penjuru Australia dan juga di luar negeri termasuk North Sea Jazz Festival. Ia kini bermukim di Melbourne dan dinyatakan sebagai penyanyi jazz terbaik Australia. (kpl/dar)