"Ini adalah PR (Pekerjaan Rumah, red) kita semua, bukan hanya KPK, Kepolisian, bukan hanya Slank atau Gigi, tetapi seluruh lapisan masyarakat," ungkap Kaka yang didampingi personel Slank lainnya.
Slank yang pernah dinobatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai duta anti korupsi nasional itu, bersama Gigi hadir di Gedung KPK, dalam rangka memperingati hari Anti Korupsi Sedunia, yang jatuh pada hari ini, Selasa (09/12).
Kaka menyebut korupsi di Indonesia telah menjadi budaya dan sudah mengakar, menjadi pekerjaan berat, yang bahkan tidak mungkin dapat dihapus sampai ke akar-akarnya. Namun Slank memiliki wilayah sendiri dan cara tersendiri untuk berjuang dalam upaya menghapus tindakan para koruptor itu.
"Kita ingin mengubah cara pikir generasi di bawah kita. Kalau kita menyadarkan generasi di atas kita, katanya tidak sopan, makanya yang kita pikirkan generasi di bawah kita, dan menyadarkan kalau korupsi itu norak, jijay (jijik, red)" demikian ungkap Kaka seperti menyindir.
Senada dengan Kaka, Bimbim drummer Slank ini menyebut perlu dilakukan revolusi terhadap budaya korupsi yang mewabah saat ini. Namun sebagai seniman, Slank hanya mampu berusaha menyadarkan mereka yang potensi sebagai koruptor untuk sadar bahwa tindakan itu sangat merugikan, tentunya melalui syair lagu-lagu yang dinyanyikan Slank.
"Yang direvolusi itu budaya, bagi seniman kita paling lewat lagu, untuk menyadarkan kalau korupsi itu nggak asyik banget," pungkas Bimbim. (kpl/ang/dar)
Lihat Profil: Slank, Bimbim Slank, Kaka Slank, Gigi