"Kita selalu merangkai mimpi satu ke mimpi lainnya, pernah kan kita mimpi rekaman di Amerika, trus ternyata jadi kenyataan juga," kata Kaka pada KapanLagi.com di acara launching handphone Esia, Setiabudi 1, Kuningan, Jakarta Selatan.
"Judul albumnya itu ANTHEM FOR THE BROKEN HEARTED,yang dirilis di Amerika lewat internet, i-tune, namun di Indonesia belum rilis," jelas Bimbim soal album Slank yang dibuat di Amerika.
Menurut Bimbim, alasan dibuatnya album baru Slank itu di Amerika agar musik mereka bisa lebih cepat menyebar ke seluruh dunia bagai virus. Apakah memang musik mereka bisa diterima di banyak negara?
"Sambutannya bagus, oke. Kita juga udah promo di 16 kota di Amerika. Saat kita jadi opening band di sana, sambutannya sangat meriah. Trus next summer kita diundang lagi untuk tampil di festival yang lebih besar di sana," kata Bimbim.
"Pokoknya kita harus terus bermimpi, yang membuat Slank ada sampai saat ini adalah karena mimpi. Kan kita selalu berusaha merangkai mimpi-mimpi itu dan mengejarnya bareng-bareng," papar Kaka.
Sementara, bagi Bimbim langkah Slank berprinsip pada keadilan sosial, yang penting dibagi rata dan adil.
"Yang utama adalah prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Slank. Kalau kita baginya rata nggak mungkin ada masalah. Kita juga selalu menyamain mimpi dan mengejarnya bareng. Lakuin sesuatu yang belum pernah, biar kita nggak boring, dan biar adrenaline-nya naik. Pokoknya kita akan terus sebarkan virus Slank di seluruh dunia," pungkas Bimbim. (kpl/ant/bun)
Lihat Profil: Slank, Kaka Slank, Bimbim Slank