
Ditanya soal acara tersebut, Nia menjawab singkat, "Acara syukuran satu tahun Alm. Soeharto. Kebetulan tadi saya datangnya terlambat. Acaranya itu dimulai dari maghrib."
Nia melanjutkan, seluruh anggota keluarga tampak hadir, seperti Tutut, Tuti, Mamiek dan juga Tata, mantan istri Tommy Soeharto. Selain itu, Halimah, istri pertama Bambang Trihatmodjo, juga ada di acara tersebut.
Lantas, bagaimana dengan Mayangsari, istri kedua Bambang? "Saya nggak ngeliat, yang saya liat cuma anggota keluarga," jawab Nia cepat. Sementara, masih menurut Nia, dirinya juga tak melihat Bambang saat itu.
Nia mengaku bahwa sosok Alm. Soeharto adalah sosok pemimpin yang mampu melindungi rakyatnya. Bagi istri pengacara Farhat Abbas itu, mantan Presiden RI kelahiran Yogyakarta itu ibarat bapak kandungnya sendiri.
"Saya memang sangat mengagumi beliau, karena kita merasa rakyatnya merasa aman, tenang. Jadi sampai sekarang berbekas dalam hati saya. Kalau ada acara seperti ini saya jadi teringat lagi waktu pemerintahan di jaman beliau. Walaupun saya tak mengenal dekat dengan beliau, tapi saya merasa kehilangan sekali waktu beliau meninggal. Sampai-sampai saya menangis seperti kehilangan bapak sendiri," papar Nia.
"Ya bisa kita bedakan lah waktu jaman pemerintahan beliau dengan sekarang. Kalau yang sekarang serba mengkhawatirkan, tapi waktu di jaman beliau sembako aja nggak mahal. Ya rakyat bawah masih bisa mencapainya. Kalau sekarang saya sebagai perempuan merasa kurang tenang atau tidak aman kalau jalan sendirian, tidak seperti jaman kepemimpinan beliau," lanjutnya.
Peringatan setahun wafatnya Alm. Pak Harto ini perhitungannya disesuaikan dengan kalender Jawa, jadi tanggalnya tepatnya sekarang untuk diadakan syukuran satu tahun, pungkas Nia. (kpl/hen/bun)
Lihat Profil: Nia Daniati
Tag: Kematian Selebritis