Golkar Belum Bersikap Jadi Oposisi
Kapanlagi.com - Partai Golkar sampai saat ini belum menentukan sikap apakah akan menjadi oposisi pemerintah apabila hasil penghitungan suara resmi KPU menetapkan Calon Presiden Jusuf Kalla (JK) kalah pada Pilpres 2009. "Konsep oposisi itu kan ada pada sistem parlementer dan kalau pun oposisi dibentuk, harus ada kabinet bayangan," kata Tim Sukses JK-Wiranto, Indra J Piliang, di Jakarta, Jumat, usai diskusi publik bertema Mengukur Kualitas Pilpres 2009. Menurut dia, konsep oposisi itu belum jelas sampai saat ini untuk Indonesia. Jika dilihat dari posisi Partai Golkar, katanya, maka Golkar adalah partai yang masih memiliki kader-kader di pemerintahan terutama pada level gubernur dan bupati/walikota di seluruh Indonesia. Hal itu, lanjutnya, memerlukan proses penataan visi dan itu mau tidak mau harus dibantu dengan program-program dari pemerintah pusat. "Harus ada hubungan yang dibangun antara pemerintah pusat dan daerah di mana artinya keterlibatan Partai Golkar di sini adalah lebih ke arah para kadernya untuk duduk di pemerintahan," ujar Indra. Tetapi secara partai, Golkar ada di parlemen dan yang berkembang di tubuh partai ini adalah bagaimana partai mengkonsolidasikan dirinya kembali dan kemudian mempersiapkan diri untuk pemilu yang akan datang. Ia menambahkan, selain mempersiapkan diri untuk Pemilu 2014 dan yang dalam waktu dekat ini adalah persiapan untuk Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) yang akan digelar pada Juni 2010 dan kesiapan-kesiapan itu yang dilakukan partai berlambang pohon beringin ini ketimbang membicarakan masalah kabinet di pemerintahan yang baru nanti. "Kabinet itu bukan hanya dibicarakan beberapa elite partai saja, tetapi juga tetap melibatkan struktur dari organisasi secara keseluruhan," kata Indra J Piliang. Ia menambahkan, pemikiran-pemikiran Jusuf Kalla untuk ke depan bagi Partai Golkar akan menjadi ide-ide pengembangan partai ini seperti di bidang ekonomi dan industri. Partai Golkar, katanya, menegaskan bahwa selama Jusuf Kalla menjadi Wakil Presiden, beliau lah wakil presiden yang terbaik setelah Mohammad Hatta dan pemikiran-pemikiran itu akan ditampung partai berlambang pohon beringin itu. (kpl/dar) |