< >

Abbas Jadikan Pembekuan Pemukiman Syarat Pembicaraan Damai

Minggu, 01 November 2009 14:28
Kapanlagi.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton bahwa pihak Palestina takkan setuju melancarkan kembali pembicaraan perdamaian dengan Israel tanpa pembekuan total permukiman Yahudi, kata pemimpin perunding Palestina Saeb Erakat, Sabtu.

Abbas menolak permintaan dari Hillary karena kesepakatan yang dicapai antara utusan AS mengenai Timur Tengah George Mitchell dan Israel tak meliputi pembekuan total kegiatan permukiman Yahudi, kata Erakat.

Hillary bertemu dengan Abbas di Uni Emirat Arab sebelum bertolak menuju Israel untuk mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Amerika Serikat telah mendorong Israel dan Palestina agar melanjutkan pembicaraan sebagai bagian dari upaya Presiden Barack Obama untuk membentuk kembali kebijakan AS mengenai Timur Tengah, yang sejauh ini tak memberi hasil.

Mitchell, yang telah melakukan misi ulang-alik antara para pemimpin Israel dan palestina dalam beberapa hari belakangan, tampaknya "mencapai kesepakatan" mengenai permukiman di wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan.

Namun, Erakat, yang menghadiri pertemuan Abbas-Hillary, mengatakan kesepatan yang diajukan Menteri Luar Negeri AS tersebut kepada Abbas jauh dari pembekuan total permukiman Yahudi, yang telah dituntut oleh pihak Palestina.

Israel telah menolak untuk menghentikan pembangunan sebanyak 3.000 rumah yang saat ini dibangun di Tepi Barat atau di Jerusalem timur, yang dicapai Erakat. (ant/erl)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar