< >

Acer Kuasai 14% Pasar PC Internasional

Selasa, 03 November 2009 21:13
Kapanlagi.com - Produsen komputer jinjing/laptop dan personal computer (PC) asal Taiwan, Acer Inc., selama kuartal ketiga tahun 2009 menguasai 14% pasar PC internasional.

Saat ini, kata Presiden Direktur Acer Group Indonesia, Jason Lim, dalam rilis yang diterima ANTARA, Selasa, Acer menjadi vendor PC dengan menempati peringkat kedua dunia.

"Pada periode sama kami juga menguasai pasar PC dan komputer jinjing nasional," katanya.

Berdasarkan data Gartner Inc di Indonesia, katanya, perusahaannya telah memimpin pasar laptop Indonesia selama empat tahun berturut-turut (IDC PC Tracker 2005-2008).

"Sementara pada segmen PC, kami menjadi vendor nomor 1 di Indonesia sejak tahun 2007," ujarnya.

Mengenai kinerja selama kuartal III/2009, ia menyebutkan, saat ini pendapatannya mencapai US$167 juta. Pendapatan itu tumbuh 40% selama kuartal III/2009 dan tumbuh 5% secara year-on-year/yoy.

"Angka ini merupakan angka pertumbuhan kuartal tertinggi bagi Acer secara nasional," katanya.

Pencapaian ini, jelas dia, tidak lepas dari penerapan strategi multi branding di tengah perekonomian dunia yang kian berkembang. Untuk itu, pihaknya akan terus menguasai pasar dengan teknologi terbaru baik di industri PC maupun laptop.

"Bahkan, kami menerapkan pendekatan yang fleksibel bagi konsumen terkait dengan penggunaan produk," katanya.

Kedua pendekatan ini, tambah dia, terus dilakukannya agar ke depan perusahaan ini bisa tumbuh dan berkembang lebih cepat. "Salah satu upayanya, dengan meluncurkan Invasion of Technology di Indonesia," katanya.

Ia meyakini, kampanye ini dapat memperkenalkan teknologi terbaru di industri PC yang diterapkan pada produk seperti Ferrari One Netbook, Aspire One Slim Netbook, TravelMate Timeline 8.000 Notebook series, Aspire Timeline Olympics Series, Touch and Rotatable Notebook, All in One Desktop PC dan 3D Notebook.

"Kehadiran rangkaian produk baru tersebut untuk menjawab kebutuhan pasar yang beragam. Apalagi, kami berhasil mentransformasi interaksi antara manusia dan teknologi menjadi mudah dan sederhana melalui produk yang mengerti kebutuhan pasarnya," katanya. (ant/roc)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar