< >

AJI Protes Terhadap Pelarangan Peliputan Konser

Sabtu, 03 Januari 2009 12:35
Kapanlagi.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri mengecam tindakan panitia penyelenggara konser Slank, Koil dan Boomerang yang rencananya akan berlangsung Sabtu (3/2) Malam, di lapangan Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, karena melarang wartawan televisi untuk melakukan peliputan.

"Kami sangat kecewa dengan sikap panitia. Mereka menuduh kami (wartawan) akan menulis kerusuhan, padahal konser saja belum berlangsung," kata Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri, Dwijo Utomo Maksum, di Kediri, Jawa Timur, Jumat (02/01).

Dwijo mengatakan, dalam rencana konser yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan rokok tersebut terjadi diskriminasi peliputan, dengan tidak memperbolehkan wartawan televisi untuk meliput. Sementara, yang diperbolehkan hanya wartawan cetak dan juga portal (internet).

Alasan yang diberikan panitia pun, lanjutnya, sangat tidak masuk akal, dengan menyamakan konser sebelumnya, yakni di Malang dan Jember, bahwa terjadi kerusuhan, padahal nyatanya tidak.

"Kediri tidak sama dengan Malang atau Jember. Kami melakukan peliputan berdasarkan fakta dan tidak merekayasa. Jika memang tidak terjadi kerusuhan kami tidak menulisnya dengan hal yang sama, dengan konser berjalan lancar," katanya mengungkapkan.

Ia mengaku, kecewa dengan sikap panitia, sehingga AJI Kediri mengutuk pelarangan peliputan yang diselenggarakan tersebut. Menurut dia, aksi itu telah melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Dalam pasal 3 UU Pers disebutkan pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial.

Dalam pasal 4 (1) UU tersebut disebutkan kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, (2) terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, (3) untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

"Kami menuntut kepada panitia agar tidak bersikap diskriminatif kepada semua wartawan, baik cetak maupun televisi dengan diperbolehkan melakukan peliputan," katanya menegaskan.

Lebih lanjut, ia mengatakan, konser itu dibuka untuk umum dan tidak bersifat tertutup. Sebab, konser itu menghadirkan massa dalam jumlah yang sangat besar dan membayar tiket masuk. Sehingga, secara otomatis aktivitas tersebut terbuka untuk umum, termasuk untuk peliputan wartawan terutama televisi.

Ia mengaku, pihaknya akan meminta langsung Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kediri melakukan peninjauan ulang terhadap perijinan yang diberikan panitia penyelenggara, karena bersikap tertutup dan tidak bisa dikontrol oleh media massa.

"Sebab, jika terjadi aksi kerusuhan, pornografi, penyalahgunaan narkoba dan juga tindak asusila akan sulit terpantau," katanya mengungkapkan.

Lebih lanjut, ia juga menyatakan, sudah mengirimkan surat resmi keberatan baik kepada panitia, Kepala Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur di Surabaya, Kepala Kepolisian Wilayah Kediri, Kepala Kepolisian Resort Kota Kediri, perusahaan rokok bersangkutan, dan juga Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Sebelumnya, panitia penyelenggara konser melarang wartawan televisi melakukan peliputan. Mereka berdalih, wartawan akan menulis berita yang tidak benar, seperti kerusuhan, padahal nyatanya tidak. Hal ini mengacu pada konser sebelumnya di Malang dan Jember.   (kpl/dar)

Lihat Profil: Slank, Boomerang


KOMENTAR PEMBACA

Seal Deadalus (05-01-2009 03:59:15)
G tahu knp, setiap konser Slank,,,Slalu ja para wartawan (maaf) memberitakan "tawurannya" saja. Tidak ada dalam berita bagaimana sebagian para slankers sejati berusaha mendamaikan,,,memberi acungan damai dan berjalan ke tengah2 hujan batu...sehingga suasana menjadi damai kembali....Bagaimana SLank mengajak para slankers menebar perdamaian....Mereka tidak tahu realitanya bahwa...ada ratusan orang pemakai narkoba di luar sana berhenti memakai narkoba Karna terobsesi oleh Slank...Tolong da pemberitaan yang buruk,,,sertakanlah yang baik2 jg,,,bukankah kalian memberitakan berdasar realita,,bukan menurut kalian sendiri,,,

wong (04-01-2009 09:13:48)
hayooo,,jangan2 ada yg di sembunyikan nih dr pihak panitia, sampe gak boleh ngliput

Fans (03-01-2009 22:19:07)
Sekedar Keprihatinan aja, Duh Maaf niiiiiiih....Wahai wartawan infotaiment, bisakah engkau memberikan informasi untuk pemirsa televisi, berita yang tidak membuka AIB seseorang dan mencari2 kesalahan objek, tidakkah engkau menyadari "Barangsiapa yang Membuka Aib Seseorang Maka ALLAh akan Membuka AIB nya di Kemudian Hari"... Memang kalian dilindungi oleh UU tapi orang yang di AIB kan juga mereka dilindungi UU.. kan jadi dosa semua tuuuuuh (dari niat mau cari berita AIB objek, sampe tayangannya AIB nya ditonton seluruh Indonesia).....

chandra (03-01-2009 19:09:48)
setuju gua,kalo wartawan dilarang meliput,..kalo perlu wartawan gosip juga dituntut kalo buat berita diluar kenyataan,..terkadang masyarakat lansung percaya dengan berita yang dituliskan oleh media tanpa menyaring lebih dahulu, sehingga dimanfaatkan oleh wartawan untuk menjatuhkan seseorang atau kelompok guna mencari duit tambahan, dan ini bukan rahasia duit sampingan lebih besar daripada gaji tetap,...

WARTAWAN (03-01-2009 17:17:22)
HUKUM SEBAB AKIBAT, MEMANG KADANG2 ADA BEBERAPA OKNUM YG MASIH JG MEMBUAT BERITA YG AGAK MENDRAMATISIR BERITA, UTK PENYELENGGARA SAH2 AJA KALE KALO GAK MAU DILIPUT... BOLEH2 AJA DEH SEMUA YG PENTING SEMUA MERASA TERPUASKAN ????



Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar


Galeri Foto Slank
Slank dan Esia
Hari Anti Korupsi Sedunia di KPK
Aksi Sosial Slank di Citayam
Slank Main Film


Arsip Foto Slank
079.jpg
078.jpg
077.jpg
076.jpg