KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net"Hama kutu putih yang menyerang tanaman pepaya di Boyolali merupakan yang terbanyak di wilayah Jawa Tengah, dan kerugian total diperkirakan mencapai Rp68,4 miliar," kata Wakil Ketua DPRD Boyolali Tantowi Jauhari di Boyolali, Rabu.
Pihaknya menyayangkan Pemerintah Kabupaten Boyolali hingga saat ini masih belum serius membantu petani yang telah mengalami kerugian hingga miliran rupiah itu.
Menurut Tantowi, DPRD merasa prihatin dengan adanya ratusan ribu batang tanaman pepaya di Boyolali mati akibat serangan hama kutuh putih.
Keprihatinan itu, menurut dia karena ini menyangkut nasib ribuan petani yang sudah lama menggantungkan pendapatannya dari komoditas pepaya.
"Hama kutu putih sudah menyerang sejak enam bulan lalu. Petani mengalami kerugian sekitar Rp11,4 miliar per bulan," katanya.
Menurut dia, pihaknya telah melakukan survei ke sejumlah petani pepaya di tiga kecamatan yang paling parah terkena serangan hama kutu putih.
Setiap kecamatan diambil lima desa sebagai sampel, yakni Salakan dan Nepen Kecamatan Teras, Butuh dan Singosari Kecamatan Mojosongo, dan Sukorame Kecamatan Musuk.
"Dari survei itu diperoleh tingkat kerugian petani akibat serangan hama kutu putih, dan diketahui pula tingkat kepedulian Pemkab Boyolali terhadap petani," katanya.
Menurut dia, pihaknya juga menanyakan langsung kepada para petani di Desa Sukorame Kecamatan Musuk tentang para penyuluh dari dinas terkait dalam memberikan penyuluhan untuk melakukan pemberantasan atau pencegahan.
Namun, para petani menjawab sama sekali tidak ada, sedangkan petani di Kecamatan Mojosongo hanya sekali dilakukan melalui penyemprotan dengan pestisida.
Tantowi mengatakan, menurut perhitungan dari hasil survei di Boyolali terdapat sekitar 190 pohon pepaya yang mati akibat hama kutu putih.
Jumlah tanaman pepaya tersebar di tiga kecamatan yakni Mojosongo sekitar 130.000 pohon, Teras 40.000 pohon, dan Musuk 20.000 pohon.
Setiap pohon pepaya setiap bulannya bisa menghasilkan lima hingga enam buah.
Harga pepaya di pasaran antara Rp1.500 hingga Rp3.000 per buah. Jika dihitung per pohon menghasilkan lima buah, maka tiap bulan petani kehilangan produksi 950.000 buah.
Jika dihitung harganya rata-rata Rp2.000 per buah, maka petani kehilangan pendapatan Rp1,9 miliar per bulan. (ant/bar)