< >

Amien Rais Nilai Jawaban SBY Belum Penuhi Harapan Rakyat

Selasa, 24 November 2009 11:37
Kapanlagi.com - Mantan Ketua MPR Amien Rais menilai pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang jawabannya atas rekomendasi Tim 8 masih penuh kata-kata bersayap, sehingga harapan rakyat cenderung belum terpenuhi semuanya.

"Jadi sesungguhnya pidato (SBY) yang ditunggu oleh rakyat itu cenderung belum terpenuhi semuanya," ujar Amien kepada pers seusai menjadi pembicara dalam diskusi tentang kehutanan di Jakarta, Selasa (24/11).

Menurut politisi dan deklarator PAN tersebut, SBY masih banyak menggunakan kata-kata yang bersayap.

Namun demikian, ia menambahkan, jawaban Presiden atas rekomendasi Tim 8 itu sudah cukup jelas arahnya.

"Saya pikir sudah jelas arahnya," katanya.

Lebih lanjut Amien mengatakan bahwa hal terpenting yang patut dicermati lagi adalah bagaimana menyelesaikan masalah skandal Bank Century.

Dia khawatir penanganan masalah Bank Century tersebut bernasib seperti biasanya atau hanya selesai "setengah jalan".

"Hampir semua permasalahan besar kita, seperti kasus Munir, DPT, angket BBM dan apapun demikian nasibnya," kata Amien.

Amien mengingatkan jangan sampai ada tangan-tangan " siluman "yang bisa menghilangkan data Bank Century tersebut.

Dia kemudian membandingkan skandal BLBI yang jumlahnya jauh lebih besar hingga ratusan triliun saja bisa hilang tanpa jejak, apalagi Bank Century.

Selain itu dalam beberapa waktu ke depan, DPR juga akan memasuki masa resesnya sehingga terbuka celah bagi tangan-tangan "siluman" tersebut untuk menghilangkan berbagai bukti.

"Jadi sekarang ini bola ada di tangan polri dan kejaksaan. Terserah pada Kapolri(Jenderal Bambang Hendarso Danuri red) dan Jaksa Agung(Hendarman supandji)," katanya.

Ditanya apa maksud penanganan skandal Century jangan "setengah jalan" saja, Amien menjelaskan, misalnya saja yang dikejar dalam pengusutan itu hanya para pelakunya saja, sementara aliran dana tidak sampai terungkap. (ant/bee)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar