KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil"Saya tak melihat ada yang salah dalam pernyataan saya. Tak mungkin saya melecehkan orang saya sendiri. Tak mungkin mendiskriminasi orang sekampung sendiri. Saya bagian dari masyarakat Sulsel. Tak ada keinginan saya membatasi hak-hak orang-orang Sulsel. Kalau saya membatasi, berarti saya membatasi diri sendiri," kata Andi di kediaman pribadi capres Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor Jumat.
[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]
Menurut Andi, dalam pidatonya itu dia mengatakan bahwa orang Bugis itu merdeka menentukan pilihannya karena hanya adat yang dipertuan, hanya hukum prinsip nilai-nilai yang dipertuan, bukan orang per orang dan bukan pula kekuasaan.
"Memang kemudian ada beberapa kata-kata saya yang diplintir ke sana, seakan-akan saya mengatakan bahwa orang Sulsel tak pantas jadi presiden atau saya diplintir seakan-akan saya mengatakan belum bisa orang Sulsel menjadi presiden," katanya.
Mengenai reaksi keras warga Sulsel terhadap pernyataannya itu, Andi mengharapkan agar semua pihak melihatnya secara jernih dan tidak emosional.
"Saya harapkan, reaksinya tetap terukur. Bisa saja mereka sudah mempunyai pilihan politik mungkin karena mereka memilih Pak JK yang berasal dari Sulsel. Kalaupun barangkali ada SMS caci maki segala macam, itu biasa saja. Saya sabar saja," katanya.
Reaksi keras dari masyarakat dan cendekiawan muncul di Makassar menanggapi pernyataan Andi yang dianggap menghina masyarakat Sulsel.
Beberapa kelompok masyarakat bahkan mengharamkan Andi kembali ke Makassar dan meminta Andi meminta maaf atas pernyataannya.
Capres Yudhoyono, lanjut Andi juga sudah mengetahui masalah ini namun tidak memberikan tanggapan apapun. (kpl/dar)

NKRI sementara dirundung duka. Dari Sabang - Merauke masih percaya memiliki hak yang sama yang dijamin oleh konstitusi bisa menjadi presiden asalkan mampu..pernyataan Andi Mallarangeng membuat NKRI berduka...Sulawesi Selatan adalah representase dari semua suku-suku di Indonesia. Kalau Bung Andi mengatakan Belum saatnya Sulawesi Selatan...kapan saatnya Papua ? Kapan saatnya Maluku ? Kapan saatnya Sumatera..Kalimantan dan lain-lain dan lain-lain??? Percayalah ...kami dari Papua juga bisa kalau rakyat percaya...kalau rakyat percaya...kalau rakyat percaya dan memilih kami......