
"Sebenarnya udah ada beberapa tawaran. Tapi ini yang pertama setelah 15 tahun. Aku ambil peran ini karena menarik dan menantang. Terakhir maen film itu sekitar tahun 93 atau 94, setelah itu aku main sinetron," terang Ari dalam Pers Screening film SEPULUH di FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1)
Dalam film garapan sutradara Henry Riady itu, Ari Wibowo berperan sebagai Thomas, seorang ayah yang sedang terdesak untuk mencari donor ginjal bagi anaknya yang sedang sakit. Ia kemudian mencoba bertransaksi untuk mendapatkan ginjal yang diinginkan itu dengan segala macam cara, termasuk cara ilegal.
Sementara ditanyakan soal adanya penjualan organ tubuh secara ilegal, Ari yang kini tengah menunggu kehadiran anak keduanya itu mengaku tidak mengetahui adanya kasus semacam ini, namun setelah berperan dalam film itu, dirinya banyak mendapatkan pengetahuan.
"Sebenarnya aku juga gak tahu, tapi aku akhirnya jadi tahu setelah main di film ini tentang perdagangan organ tubuh secara ilegal," terangnya.
Seandainya dirinya benar-benar menjadi Thomas seperti dalam film itu, mungkin saja akan melakukan langkah apa pun demi kasih sayang terhadap sang anak.
"Jangankan Thomas, aku mungkin akan melakukan hal yang sama, kalau dalam kondisi yang tersudut. Tapi setelah tahu, kalau untuk mendapatkan organ tubuh secara ilegal harus membunuh orang yang bersangkutan, mendingan nyari di luar negeri aja," ungkap Ari sambil tertawa. (kpl/hen/dar)
Lihat Profil: Ari Wibowo
jeroan...!!!! emang mahal harganya.....tp jangan matiin org lain untuk kehidupan org lain itu sadisssss banget mending kalo mau jeroan dipasar buanyak....ya to...tinggal pilih maunya yg mana hayoooooo??????hahahaha