< >

AS Prihatin Soal Niger

Kamis, 02 Juli 2009 12:31
Kapanlagi.com - Gedung Putih, Rabu (01/07), mengecam krisis politik yang makin parah di Niger, dan menuduh presiden negara Sahara itu bermaksud merusak penegakan hukum.

"Amerika Serikat (AS) khawatir mengenai tindakan Presiden Niger, Mamadou Tandja, baru-baru ini dalam hal penegakan peraturan dan dekrit, serta pembubaran Majelis Nasional dan Mahkamah Konstitusi sebagai bagian dari upayanya mempertahankan kekuasaan di balik keterbatasan mandat konstitusinya," kata pernyataan Gedung Putih.

"Keputusan ini merusak upaya Niger berkaitan dengan 10 tahun terakhir berusaha memajukan pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum."

Tandja (71), seorang pensiunan kolonel militer yang masa jabatannya akan berakhir Desember, sedang berjuang untuk mempertahankan pos tertinggi di negaranya itu.

Ia berusaha keras untuk melawan politik dan hukum di dalam negeri, setelah membubarkan mahkamah konstitusi nasional dan parlemen, yang menentangnya.

Tandja juga menyatakan kekuasaan dalam keadaan darurat, yang menurut dia, diperlukan untuk melindungi kemerdekaan negara Afrika barat yang kering dan wilayahnya itu, yang tak memiliki laut.

Washington, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya akan "memantau situasi di Niger secara seksama" dan mendukung upaya-upaya negara Afrika untuk memecahkan persoalan tersebut.

"Kami mendorong Uni Afrika untuk mengirim delegasi ke Niger, guna berusaha mendapatkan penyelesaian atas krisis politik ini," kata pernyataan Gedung Putih. (kpl/bee)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar