< >

Bakrie Telecom Targetkan 14 Juta Pelanggan

Rabu, 04 November 2009 16:52
Kapanlagi.com - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menargetkan pada tahun 2010 mampu meraih 14 juta pelanggan atau naik sekitar 33% dibandingkan tahun ini yang diperkirakan menembus angka 10,5 juta pelanggan.

"Sampai semester I 2009 jumlah pelanggan BTEL mencapai 8,9 juta. Angka (target jumlah pelanggan pada 2010) 14 juta itu merupakan angka yang realistis melihat pertumbuhan pasar yang ada," kata Direktur Direktur Corporate Services BTEL Rahmat Junaidi, di Jakarta.

Untuk mencapai target jumlah pelanggan tahun ini maupun tahun depan, lanjut dia, pihaknya lebih fokus pada penguatan layanan untuk kepuasan pelanggan, di samping meluncurkan produk baru.

Oleh karena itu pula, diakuinya, sekitar 75% belanja modal (capex) BTEL yang tahun ini dianggarkan sebesar US$200 juta, dimanfaatkan untuk bisnis utama seperti penambahan dan penguatan BTS (Base Transceiver Station).

"Selama tiga tahun sejak tahun lalu, kami menargetkan capex mencxapai US$600 juta atau sekitar Us$200 juta per tahun, dan sampai saat ini masih di dalam jalurnya," ujar Rahmat.

Capex BTEL, kata dia, sekitar 50% diperoleh dari right issue (penawaran saham terbatas), 25% berasal dari vendor finacing, dan sisanya 25% lagi dari kemampuan kas perusahaan.

Dalam upaya memperkuat layanan, lanjut Rahmat, BTEL telah menambah kapasitas kanal sebesar 1,25 MHz untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, yang merupakan pasar terbesar dengan lalu lintas pemakaian selular yang padat.

"Penambahan kapasitas sendiri bisa dilakukan melalui penambahan BTS, optimalisasi BTS, dan ekspansi frekuensi," ujarnya.

Saat ini, kata dia, BTEL memiliki sekitar 4.000 unit BTS dan telah melakukan ekspansi layanan sampai semester I tahun ini ke-72 kota di Indonesia.

"Untuk tahun depan kami masih melakukan evaluasi untuk kota-kota mana lagi yang akan dibuka layanannya. Prosesnya panjang dan harus dilihat dulu," kata Rahmat menanggapi rencana ekspansi layanan BTEL di kota kabupaten dan kotamadya yang belum dijangkau layanan CDMA perusahaan itu. (ant/cax)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar