KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.net"Bibit yang siap tanam itu diharapkan mampu memenuhi perluasan tanaman 78,1 hektare," kata Kepala Dinas Perkebunan Bali Ir Made Sudharta, MS di Denpasar Sabtu (7/11).
Ia mengatakan pengadaan bibit tanaman bernilai ekonomis tersebut mendapat dukungan dari APBD Bali 2009.
Perluasan dan intensifikasi kopi dilakukan secara berkesinambungan sesuai dana yang tersedia serta melibatkan swadaya petani.
Hal itu dilakukan mengingat tanaman kopi mempunyai prospek yang cukup cerah, karena produksi kopi Bali dalam berbagai kemasan telah menembus pasaran ekspor.
Sudharta menjelaskan, Bali memiliki tanaman kopi seluas 30.029 hektare yang terdiri atas kopi arabika 8.197 hektare dan kopi robika 23.832 hektare.
Tanaman tersebut menghasilkan 13.664 ton kopi beras selama 2008 dan tahun 2009 diharapkan produksinya bisa meningkat.
"Petani kopi dalam proses pengembangan tanaman bernilai ekonomis tersebut memadukan dengan dengan pemeliharaan ternak sapi, sehingga memperoleh memperoleh keuntungan ganda, dan memanfaatkan pupuk kandang," kata Made Sudharta.
Petani kopi yang terhimpun dalam subak abian Sukamaju, Desa Lantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali mendapat sertifikasi dalam proses produksi menggunakan pupuk organik.
Sertifikasi tersebut diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Organik Selolima Mojokerto, Jawa Timur.
Pemberian penghargaan tersebut melalui proses yang cukup lama, setelah petugas mengamati dan mengetahui kondisi lapangan.
Petani dalam proses produksi kopi itu mengedepankan ramah lingkungan, dengan menggunakan pupuk organik dan menghindari menggunakan zat kimia, kata Made Sudharta. (ant/meg)