KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Penyegaran ini dilakukan di beberapa daerah, di antaranya di Bandung pada 15-17 Juni.
Perangkat pertandingan yang "disegarkan" adalah Pengawas Pertandingan atau PP (match commissioner). Dari 300-an PP yang tercatat di BWSI, penyegaran dilakukan dua kali, yakni di Surabaya dan Bandung, sebelumnya refreshing di Surabaya digelar selama tiga hari pada akhir pekan lalu. Sedangkan di Bandung mengambil tempat Pusdik Ajen, Lembang.
"Materi penyegaran adalah pendalaman kembali mengenai peraturan pertandingan dan peraturan permainan (laws of the game) FIFA. Memang tidak dilakukan tes fisik. Namun demikian, kepada para peserta diimbau untuk tetap melakukan latihan-latihan fisik," ujar Ketua BWSI, Bernhard Limbong, Selasa (16/6).
Limbong mengatakan, penyegaran bagi PP ini memang lazim dilakukan menjelang bergulirnya musim kompetisi baru. Hampir seluruh PP diwajibkan mengikuti acara penyegaran ini, khususnya yang berusia di bawah 60 tahun karena BWSI membatasi usia maksimal PP adalah 60 tahun.
Acara penyegaran di Surabaya diikuti oleh sekitar 170 PP dari sekitar 200-an peserta yang dipanggil dan berasal dari kawasan Indonesia Timur. Sedangkan di.Pusdik Ajen, melibatkan 200 peserta dari 211 PP yang dipanggil oleh BWSI.
Limbong berharap agar PSSI bisa memiliki match-commissioner bertaraf internasional.
"Selama ini kita baru memiliki dua 'match-com', yakni pak Nugraha Besoes dan Wandi Batangharis, namun keduanya sudah tidak muda lagi," jelas Limbong, yang saat membuka acara penyegaran didampingi oleh manajer penugasan PP BWSI Benyamin Leo Betty dan manajer penugasan wasit Bambang Irianto.
Limbong mengharapkan agar di antara PP yang masih jauh di bawah usia 60 tahun ada yang berhasil menjadi match-com. Oleh karena itu, dia meminta agar mereka mempersiapkan dirinya dengan baik untuk mengikuti persyaratan yang dilegalisasi oleh AFF atau AFC.
Salah satu persyaratan yang sering menjadi kendala bagi PP Indonesia dalam mengikuti kursus match-com adalah kemampuan berbahasa Inggris, sebagaimana diakui sendiri oleh peserta kepada Ketua BWSI. (kpl/zul)