< >

Delri Tawarkan Jalan Tengah KTT Iklim

Sabtu, 07 November 2009 09:26
Kapanlagi.com - Delegasi RI (Delri) menawarkan jalan tengah untuk hasil KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, Desember nanti pada forum "Climate Change Talks" Barcelona yang Jumat berakhir tanpa kemajuan yang berarti.

Penasihat Senior Delri Delegasi RI, Eddy Pratomo, melalui siaran pers DNPI (Dewan Nasional Perubahan Iklim) yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu (07/11), mengatakan Delri mengadakan serangkaian pendekatan bilateral dengan beberapa negara kunci guna mencari jalan tengah.

Hasilnya adalah gagasan RI agar Kopenhagen menyepakati "payung kesepakatan" berisi tujuan global jangka panjang, proses hingga disepakatinya perjanjian internasional baru sebelum bulan Juni 2010.

"Usulan ini ditujukan untuk menjembatani beragam pandangan dan akan didiskusikan secara lebih mendalam di Kopenhagen. Yang pasti, usulan RI ini menekankan bahwa "payung kesepakatan" ini harus disepakati dalam satu paket dengan kesepakatan pengurangan emisi gas rumah kaca negara-negara maju dalam konteks Protokol Kyoto," kata kata Eddy yang juga Dubes RI untuk Jerman.

Dalam serangkaian pendekatan bilateral tersebut juga dibahas beberapa usulan negara lainnya.

Selain itu, Delri juga terus mengupayakan diterimanya secara adil elemen kehutanan dalam kerangka pengurangan emisi dari pengurangan penggundulan dan kerusakan kehutanan (REDD) dan elemen kelautan dalam konteks adaptasi sebagai bagian integral dari hasil Kopenhagen.

Eddy mengatakan kemajuan perundingan di Barcelona untuk kedua isu ini cukup positif, sebagaimana tercermin dalam teks akhir perundingan.

Delri akan terus mendorong agar pendanaan adaptasi juga mencakup konservasi dan rehabilitasi atas fungsi ekosistem laut yang terkena dampak perubahan iklim.

Ketua Delri, Rachmat Witoelar, mengatakan akan memanfaatkan kesempatan di Barcelona ini untuk bertemu dengan negara-negara kunci guna memuluskan jalan ke Kopenhagen.

Sementara itu, Ketua Pengganti Delri, Agus Purnomo mengatakan Indonesia akan terus berkontribusi bagi pencapaian kesepakatan akhir meski perjalanan ke Kopenhagen masih cukup panjang.

"Selain melalui proses UNFCCC, RI juga akan memanfaatkan berbagai forum internasional lainnya untuk mendorong kesepakatan dimaksud sebagai akhir dari pelaksanaan mandat Rencana Aksi Bali," kata Agus.

Pertemuan Perubahan Iklim di Barcelona, Spanyol, ditutup tanpa menunjukkan tanda kemajuan berarti.

Semua Pihak masih belum mau mundur dari posisi masing-masing yang diperkirakan akan membuat kesepakatan Kopenhagen semakin sulit.

Pertemuan juga ditandai dengan boikot Kelompok Afrika yang didukung oleh mayoritas negara berkembang termasuk Indonesia untuk menghentikan pembahasan dalam kerangka amandemen Protokol Kyoto hingga negara maju mau melakukan negosiasi ulang komitmen mereka paska 2012.

Harapan tinggi dari Barcelona tampak tidak tercermin dari hasil akhir perundingan.

Sekalipun telah terdapat kesepakatan pengurangan jumlah teks negosiasi, namun tidak tercapai persetujuan pada isu-isu krusial seperti penetapan target global jangka panjang dan aspek keuangan.

Hal yang lebih mendasar adalah tidak disepakatinya bentuk akhir hasil KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark yang akan berlangsung awal Desember nanti.

Beberapa negara menginginkan adanya perjanjian baru sementara negara lain menginginkan bentuk hukum yang tidak mengikat.

Ketua Sidang secara tegas menyatakan bahwa tidaklah realistis untuk berharap bahwa Kopenhagen akan menghasilkan suatu perjanjian baru. (ant/bee)


KOMENTAR PEMBACA


Berita Yang Paling Banyak Mendapat Komentar