KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.netKepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ketapang Yudo Sudarto di Ketapang, Selasa, mengatakan Desa Sukabaru beberapa kali berganti nama.
Sebelum bernama Sukabaru dan Celincing, desa tersebut bernama Pasir Panjang. Karena saat Pelabuhan Kuala Pendek masih berada kawasan itu, memiliki pantai indah yang memanjang dari utara ke selatan. "Karena itu disebut Pasir Panjang," katanya.
Menurut Yudo, sebagai desa tua, Sukabaru penuh dengan peninggalan sejarah. "Di kawasan itu masih terdapat tiang tempat mercu suar dari peninggalan Penembahan Muhamad Sabran tahun 1845 sampai dengan 1908," katanya.
Tiang pancang yang terbuat dari kayu belian, masih dapat dilihat sampai saat ini. Selain itu salah satu peninggalan sejarah yang cukup tua adalah Masjid Baitusalam.
Masjid Baitusalam merupakan masjid tertua di Ketapang setelah Masjid At Taqwa di Kelurahan Kaum dan Masjid Kuning di Desa Sungai Jawi.
"Tiga masjid merupakan masjid tertua di Ketapang. Masjid Sukabaru ini diduga telah ada sejak tahun 1908," kata Yudo.
Desa Sukabaru terkenal sebagai penghasil ikan sembilang, dan merupakan salah satu desa di tepi pantai yang dekat dengan muara laut Ketapang.
Menurut mantan Kepala Desa Sukabaru, Marpai, arti Sukabaru sebenarnya adalah "Suku baru". "Karena daerah ini dibentuk oleh banyak suku mulai dari China, Madura, Melayu dan Bugis," katanya.
Karena itu nama nama sungai yang ada di daerah tersebut merupakan nama nama dari tokoh antarsuku, misalnya Sungai "Melate" adalah asal kata dari Sungai Haji Melata dari Bugis. Kemudian ada Sungai "Berunai Alim" yang kabarnya merupakan warga Brunei Darussalam. (ant/bar)