KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa Mobil
Bola.netMereka berangkat bersama empat perwakilan panitia pengadaan CPNS Trenggalek, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) setempat, Cipto Wiyono.
"Keberangkatan kami ke Jakarta adalah dalam rangka memantau proses seleksi, penilaian, serta penentuan peringkat peserta sehingga dinyatakan lolos seleksi sebagaimana mekanisme yang dibuat oleh pihak UI selaku rekanan yang ditunjuk," kata anggota Komisi I DPRD Trenggalek, Sugino Pudjo Semito.
Sugino menyatakan pengawasan ketat terhadap proses seleksi CPNS Trenggalek memang sengaja ditingkatkan oleh Komisi I.
Alasannya, sejak awal pendaftaran hingga akhirnya dilaksanakan tes seleksi telah muncul banyak informasi mengenai peserta CPNS "titipan", baik dengan modus membayar uang dengan nilai tertentu maupun melalui koneksi pejabat.
"Makanya kami perlu melakukan pengecekan nama-nama yang diduga peserta `titipan` itu dengan daftar peserta yang dinyatakan lolos oleh rekanan (UI)," katanya.
Jika dari hasil audiensi serta klarifikasi tersebut ditemukan banyak kejanggalan, seperti banyak nama yang dicurigai peserta "titipan" ini dinyatakan lolos seleksi ujian, maka Komisi I bisa mengeluarkan rekomendasi pembatalan ataupun ujian ulang.
"Kami lihat saja nanti, bagaimana hasilnya. Yang pasti saat ini kami telah mengantongi sekitar 40-50 nama peserta titipan," kata Sugino.
Dikonfirmasi terpisah, Sekda Cipto Wiyono mengakui adanya informasi terkait dugaan jual-beli kursi CPNS. Cuma, bukti ataupun petunjuk fisik yang mengarah ke hal tersebut dikatakannya belum ada. "Tim inspektorat saat ini masih melakukan penyelidikan internal," katanya.
Namun, pihaknya tidak mau berandai-andai terkait kemungkinan dilakukannya ujian ulang. Dia tetap berkeyakinan bahwa proses seleksi CPNS, baik sejak tahap seleksi administrasi maupun ujian tulis, semua berjalan lancar tanpa sedikitpun ada upaya rekayasa.
Munculnya dugaan adanya calo-calo CPNS selama proses seleksi, hal itu masih perlu dibuktikan. "Untuk itulah kenapa saat ini panitia bersikap terbuka dengan mengajak Komisi I ikut langsung ke Jakarta untuk mengambil hasil seleksi CPNS. Biar semua transparan," kata Cipto Wiyono.
Total jumlah formasi CPNS di Kabupaten Trenggalek tahun 2009 ini adalah sebanyak 419 orang dengan perincian, formasi untuk tenaga pendidik sebanyak 142 orang, tenaga kesehatan sebanyak 115 orang, dan tenaga teknis sebanyak 162 orang.
Dari total formasi yang mencapai 419 itu, kebutuhan CPNS dengan kualifikasi jenjang pendidikan SMK tercatat sebanyak 28 orang, jenjang pendidikan diploma (D-I, D-II, dan D-II) sebanyak 122 orang, dan jenjang S-1 sebanyak 269 orang.
Jumlah pelamar CPNS selama pendaftaran mulai 26 Oktober hingga 9 November tercatat mencapai 15.151 orang, tetapi dari jumlah itu, yang akhirnya dinyatakan lolos dan memenuhi persyaratan adalah 13.265 berkas pendaftaran. Itu pun akhirnya tidak semua hadir mengikuti ujian.
Berdasar data absensi peserta tes yang ada di tabulasi data panitia pengadaan CPNS setempat, ada sebanyak 1.522 peserta tes CPNS yang tidak hadir mengikuti ujian seleksi. Dengan begitu, total hanya ada 11.743 peserta yang akhirnya mengikuti test seleksi hingga selesai pada 21 November lalu.
Informasi yang berkembang di Trenggalek dan itu dibenarkan oleh sejumlah anggota Komisi I, biaya katabelece atau "pelicin" untuk peserta test dengan jenjang kualifikasi S-1 harganya adalah Rp125 juta, SMK dihargai Rp80 juta, dan peserta D-I dan D-II sekitar Rp50 jutaan.
Saat dikonfirmasi, Sugino mengakui pihaknya belum memiliki bukti autentik adanya praktik percaloan dalam proses pengadaan CPNS Trenggalek, namun ia berani memastikan sejumlah saksi yang sempat ditawari calo CPNS telah mereka kantongi nama-namanya. Pengumuman CPNS Trenggalek sesuai jadwal akan dilakukan Sabtu (28/11). (ant/bun)